Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh Pertengahan September 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kereta cepat Whoosh.(poto: radarsumbar.com).

Ilustrasi kereta cepat Whoosh.(poto: radarsumbar.com).

Jakarta, seriusnews.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersiap menuntaskan proses pengalihan saham KCIC Whoosh sebesar 60 persen dari Danantara. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam struktur kepemilikan operasional kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi penyerahan porsi saham mayoritas itu langsung di kantornya pada Rabu. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan transisi ini rampung sepenuhnya pada pertengahan September 2026.

Selama ini, konsorsium BUMN menguasai 60 persen saham KCIC melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sementara itu, konsorsium asal China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd., memegang 40 persen sisa saham perusahaan.

Konsorsium PSBI sendiri menaungi empat perusahaan milik negara ternama secara lintas sektor. Anggota konsorsium tersebut mencakup PT KAI, PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Kemenkeu Ambil Alih Mayoritas Saham Kereta Cepat

Purbaya menegaskan bahwa PT KAI maupun PSBI tidak lagi memegang kepemilikan saham mayoritas tersebut. Kementerian Keuangan akan memegang kendali penuh atas 60 persen saham KCIC tanpa melalui perantara konsorsium.

Baca Juga :  BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Senin

Langkah ini berawal dari penyerahan kewenangan kelola aset dari Danantara kepada Kementerian Keuangan. Purbaya memastikan koordinasi antarlembaga terus berjalan intensif untuk menyelesaikan berkas legalitas sesuai jadwal.

Proses restrukturisasi kepemilikan ini berfokus pada pembenahan tata kelola finansial proyek transportasi modern. Pemerintah optimistis pengalihan administratif ini tidak akan mengganggu layanan operasional Whoosh harian.

Pemerintah terus mematangkan seluruh skema teknis pengalihan aset secara cermat dan transparan. Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat manajemen aset strategis milik negara.

Pengelolaan Lewat SMV Cegah Beban APBN Langsung

Kementerian Keuangan akan mengelola kepemilikan saham tersebut melalui Special Mission Vehicle (SMV). Mekanisme ini memastikan kewajiban finansial KCIC tidak menjadi beban langsung bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya menjelaskan bahwa dividen dan keuntungan usaha SMV akan menopang pembiayaan operasional KCIC. Entitas khusus ini bakal memikul kewajiban finansial kereta cepat secara mandiri dan profesional.

Pemerintah saat ini masih mendiskusikan penetapan entitas SMV pengelola yang paling ideal. Purbaya membuka peluang bahwa pengelolaan aset ini bakal melibatkan lebih dari satu entitas SMV.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik, Ekonom Unmul Ajak Kelas Menengah Ubah Pola Konsumsi

Kemenkeu merancang sinergi antar-SMV demi memperkuat struktur permodalan serta efisiensi manajemen. Penggunaan skema SMV fiskal membendung potensi risiko keuangan negara secara efektif.

Peluang Ekspansi Rute Kereta Cepat Jawa Timur

Pihak konsorsium China menyambut positif langkah restrukturisasi kepemilikan saham oleh Kementerian Keuangan. Mereka menyatakan komitmen kuat untuk terus melanjutkan kerja sama investasi kereta cepat di Indonesia.

Kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. terus berjalan secara harmonis. Kedua pihak secara aktif menjajaki berbagai peluang pengembangan infrastruktur transportasi jangka panjang.

Pemerintah bahkan mulai membuka peluang pengembangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Jawa Timur. Rencana perpanjangan rute ini berpotensi meningkatkan konektivitas dan pemerataan ekonomi antarkota secara signifikan.

Proses pengalihan saham ini menjadi fondasi utama sebelum memulai tahap pembangunan rute berikutnya. Kementerian Keuangan memastikan tata kelola internal kokoh terlebih dahulu demi menjaga keberlanjutan investasi.(ar)

Berita Terkait

Komisi VI DPR dan Danantara Berkolaborasi Selamatkan PT Pos Indonesia
Achmad Fachri Mubarok Paskibraka Nasional Asal Jambi Bertugas Di Istana
Pemerintah Rencanakan Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Kesejahteraan Tertinggi
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Konfirmasi Dua Warga Sikka Meninggal Dunia
Andre Rosiade dan Menteri PU Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumatera Barat Pascabencana
PT Semen Padang Raih Dua Penghargaan Public Relations Bergengsi
Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo Elelim Dipacu Tembus Pegunungan
PT Pertamina Resmi Menurunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Agustus 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Komisi VI DPR dan Danantara Berkolaborasi Selamatkan PT Pos Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Achmad Fachri Mubarok Paskibraka Nasional Asal Jambi Bertugas Di Istana

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Pemerintah Rencanakan Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Kesejahteraan Tertinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Konfirmasi Dua Warga Sikka Meninggal Dunia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Andre Rosiade dan Menteri PU Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumatera Barat Pascabencana

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran melepas langsung keberangkatan logistik pangan tersebut dari Bandara Internasional Minangkabau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.(poto : radarsumbar.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kirim Bantuan Rendang Gempa NTT

Senin, 24 Agu 2026 - 05:36 WIB