Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang secara resmi memperkuat penanganan krisis sampah Padang dengan merangkul delegasi PBB dan Pemerintah Jerman. Langkah strategis ini mengemuka saat gelaran International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang di Convention Hall Universitas Bung Hatta.
Momentum peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 ini menyoroti tumpukan limbah harian yang mencapai 669 ton per hari. Pemko Padang menilai penataan lingkungan hidup menjadi pondasi penting sebelum melangkah ke pemulihan kawasan bersejarah.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengakui bahwa persoalan limbah perkotaan dan pencemaran Sungai Batang Arau saling membelit. Pihaknya mencatat sebanyak 73 persen dari total timbulan sampah harian masih langsung membebani Tempat Pemrosesan Akhir.
Sementara itu program pemilahan Reduce Reuse Recycle baru mampu mengolah 26 persen limbah warga. Adapun sisa satu persen limbah harian lainnya tercatat masih tercecer di berbagai lokasi pembuangan terbuka.
Strategi Pemko Padang Dalam Mengolah Sampah Dari Sumbernya
Fadly Amran menegaskan bahwa perubahan manajemen limbah wajib bermula langsung dari aksi pemilahan di tingkat rumah tangga. Pemerintah kota tidak ingin cuma bergantung pada peningkatan kapasitas penampungan TPA semata.
Guna memicu partisipasi warga, Pemko Padang menggulirkan kompetisi lingkungan Padang Rancak Award bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini berjalan seiring penguatan Lembaga Pengelola Sampah serta jaringan bank sampah di berbagai wilayah.
Selain itu pemko juga mematangkan pengembangan teknologi pemrosesan Refuse-Derived Fuel dan fasilitas waste-to-energy. Langkah ini diharapkan mampu memangkas volume limbah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi bermanfaat.
Fadly menambahkan bahwa pencemaran di kawasan hilir Sungai Batang Arau berasal dari limpasan drainase pemukiman dan area komersial. Pembenahan sektor hulu sungai akan membendung aliran limbah sebelum masuk ke perairan Kota Tua.
Pembersihan aliran sungai ini diyakini bakal menghidupkan kembali denyut pariwisata heritage di kawasan bersejarah tersebut. Kawasan Kota Tua Padang diproyeksikan menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang menggerakkan roda ekonomi lokal.
Dukungan Mitra Global Untuk Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular
Perwakilan Residen UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella menyambut positif komitmen ekologi yang di tunjukkan Pemerintah Kota Padang. Pihaknya siap mendampingi percepatan program ekonomi sirkular serta sistem pelacakan alur sampah plastik.
Sara menilai Padang memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai destinasi wisata bersih, tangguh, dan berbasis digitalisasi. Integrasi inovasi antarkota akan mempercepat transformasi penanganan lingkungan secara menyeluruh.
Ia juga menekankan bahwa revitalisasi Sungai Batang Arau menjadi percontohan nyata dari penerapan konsep nature-based solutions. Pendekatan berbasis alam ini efektif memperkuat daya tahan ekosistem sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.
Langkah pemulihan lingkungan tersebut sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman dan berkualitas bagi seluruh warga kota. UNDP optimistis kolaborasi ini membawa dampak positif jangka panjang bagi wilayah Sumatra Barat.
Komitmen Hubungan Diplomatik Kemitraan Sister City Kota Hildesheim
Dukungan internasional juga mengalir deras dari Wali Kota Hildesheim Jerman Ingo Meyer dalam simposium tersebut. Hildesheim memandang keseriusan Pemko Padang sebagai momentum emas untuk memperdalam kemitraan lingkungan.
Kedua kota ini tercatat telah menjalin hubungan diplomatik sister city secara erat sejak tahun 1988 silam. Ingo Meyer menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama strategis baru dalam penataan ekosistem urban.
Pemerintah Hildesheim bahkan menantikan kunjungan balasan delegasi Kota Padang ke Jerman pada tahun 2027 mendatang. Agenda tersebut akan menjadi ajang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
Acara simposium yang membahas isu warisan budaya, sungai, dan pasar ini turut dihadiri perwakilan Malaysia serta Thailand. Rektor Universitas Bung Hatta Diana Kartika bersama jajaran pemerintah daerah se-Indonesia hadir memberikan dukungan penuh.(ar)









