Kota Padang, seriusnews.id – Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 menjadi ajang penggalangan sosial sekaligus penyerahan bantuan bencana Pemko Padang sebesar Rp8 miliar. Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan langsung bantuan rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi ini di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin (10/8/2026).
Pemerintah Kota Padang mengarahkan dana strategis tersebut untuk memulihkan roda perekonomian kelompok usaha perikanan dan pangan. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi bersama seluruh camat se-Kota Padang turut menyaksikan momentum penyerahan bantuan tersebut.
Momen tahunan ini secara khusus menjadi wadah kepedulian bagi seluruh warga yang menjadi korban cuaca ekstrem. Bencana banjir sempat melumpuhkan perekonomian warga pada November 2025 lalu serta kembali melanda pada awal Agustus 2026.
Komitmen Pemko Padang Pulihkan Ekonomi Nelayan Petani
Pemerintah Kota Padang bertindak cepat melalui skema penyaluran bantuan langsung tunai pada pekan sebelumnya. Pemko Padang menyalurkan dana sebesar Rp540 juta kepada 270 unit rumah yang terdampak banjir pada Jumat lalu.
Fadly Amran memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Perikanan dan Pangan atas inisiasi program penanganan bencana ini. Langkah nyata tersebut membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program unggulan Padang Melayani.
Pihaknya berharap bantuan sarana produksi ini mampu menggerakkan kembali perekonomian keluarga para penerima manfaat secara berkelanjutan. Proses pemulihan ekonomi warga menjadi prioritas utama pemerintah pascabencana hidrometeorologi.
Rincian Alokasi Dana APBD Dan Transfer Daerah
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi menjelaskan detail sumber pendanaan bantuan bernilai fantastis tersebut. Bantuan Rp8 miliar tersebut berasal dari penggabungan APBD Kota Padang sebesar Rp3,1 miliar serta Dana Transfer ke Daerah sebesar Rp4,9 miliar.
Dinas Perikanan dan Pangan membagi pendistribusian alat kerja secara merata ke berbagai subsektor usaha. Nelayan tangkap menerima 19 unit perahu fiber, 724 set jaring monofilamen, serta 19 unit mesin tempel berkapasitas 15 PK.
Sektor budidaya perikanan memperoleh 30 ekor calon induk lele unggul serta 800 kilogram pakan ikan berkualitas. Sektor pengolahan hasil perikanan mendapat penunjang berupa 4 unit chest freezer, 1 unit vacuum sealer, 1 unit kompor gas, dan 1 unit kuali besar.
Penyaluran Beras Belasan Ton Bagi Korban Banjir
Pemerintah kota juga mengalokasikan paket sarana Kebun Rumah Pangan Lestari untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Paket tersebut berisi tanah humus, pupuk kompos, polybag, hingga aneka benih sayuran seperti cabai, tomat, bayam, dan kangkung.
Pelaku usaha pangan turut menerima bantuan peralatan modern seperti blender, mesin press baglog, freezer box, kulkas, hingga mesin press sealer. Peralatan produksi ini membantu meningkatkan kualitas pengolahan produk pangan pascabencana.
Petugas di lapangan kini mengebut pendistribusian logistik pangan berupa beras sebanyak 36,2 ton untuk 17.218 jiwa terdampak banjir. Bantuan beras dan sarana produksi ini menyasar pembudidaya ikan serta Kelompok Wanita Tani yang terkena dampak cuaca ekstrem.(ar)









