Nusa Tenggara Timur, seriusnews.id – Peristiwa bencana gempa magnitudo 77 ntt yang terjadi pada Sabtu pagi memicu dampak kerusakan hingga menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dua warga meninggal dunia akibat guncangan tektonik kuat tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengonfirmasi temuan korban jiwa di lapangan. Pihaknya mencatat kedua korban tewas berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.
Berton merinci bahwa korban meninggal dunia terdiri atas satu pria dan satu wanita. Selain korban tewas, tim medis juga menangani satu warga lain yang mengalami luka-luka di lokasi yang sama.
Dampak Gempa Kuat Mengguncang Sejumlah Wilayah NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengukur kekuatan gempa berada pada magnitudo 7,7. Pusat gempa terdeteksi di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Guncangan dahsyat tersebut berlangsung sekitar satu menit dan memicu kepanikan warga di berbagai daerah. Masyarkat merasakan getaran kuat mulai dari Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga wilayah Bima di Nusa Tenggara Barat.
Getaran gempa bahkan meluas hingga melintasi perairan ke wilayah Sulawesi Selatan. Warga di Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros turut merasakan guncangan yang cukup nyata.
Ancaman Tsunami Dan Potensi Gempa Susulan Susulan
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami tak lama setelah gempa utama mengguncang. Petugas mencatat kemunculan gelombang tsunami setinggi 0,38 meter di area Pelabuhan Kewapante, Kabupaten Sikka.
Rentetan gempa susulan beruntun juga terus terjadi setelah gempa utama meredam. BMKG merekam dua gempa susulan berkuatan magnitudo 6,2 masing-masing pada pukul 05.13 WIB dan 05.28 WIB.
Stasiun pemantau BMKG mencatat puluhan aktivitas gempa susulan lainnya di sekitar perairan Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut membuat petugas terus memantau pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut.
Evakuasi Warga Dan Penghentian Peringatan Dini Tsunami
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri langsung bergerak cepat mengamankan lokasi terdampak. Petugas mengarahkan seluruh warga pesisir untuk segera mengevakuasi diri menuju tempat yang lebih tinggi.
Setelah mengevaluasi data pemantauan air laut, BMKG resmi mengakhiri status peringatan dini tsunami. Penghentian peringatan ini berlaku untuk seluruh wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.
BNPB memimau seluruh masyarakat pesisir untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu liar. Warga wajib menghindari bangunan retak serta selalu mematuhi seluruh arahan petunjuk dari petugas resmi.(ar)









