Pelatihan Membatik PKW Padang 2026 Cetak Perajin Mandiri

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan Membatik Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 resmi ditutup di Sekretariat Dekranasda Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Pelatihan Membatik Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 resmi ditutup di Sekretariat Dekranasda Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang melestarikan warisan budaya sekaligus mencetak perajin mandiri melalui Pelatihan Membatik PKW Padang 2026. Kegiatan pembinaan ini resmi berakhir di Sekretariat Dekranasda Kota Padang pada Kamis (20/8/2026).

Langkah nyata ini menjadikan selembar kain batik sebagai modal utama generasi muda dalam meraih kemandirian finansial. Selain itu, program tersebut membuka peluang besar bagi lahirnya lapangan pekerjaan baru di daerah.

Ketua Dekranasda Kota Padang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta pelatihan. Beliau menyaksikan langsung perjuangan para pemuda yang belajar membuat kerajinan dari nol hingga menghasilkan karya bernilai jual.

Dian menegaskan bahwa proses pembelajaran mencakup pembuatan pola, pencantingan, hingga teknik pewarnaan yang rumit. Pengalaman teknis tersebut menjadi bekal berharga untuk meningkatkan rasa percaya diri para perajin muda.

Indikator Keberhasilan Program Terletak Pada Perputaran Roda Ekonomi

Dian mengingatkan agar para peserta tidak cepat puas hanya dengan mengantongi selembar sertifikat kelulusan. Keberhasilan sejati dari program ini terlihat saat peserta mampu menghasilkan pendapatan secara berkesinambungan.

Baca Juga :  Perumda Air Minum Padang Perbaiki IPA Gunung Pangilun, Ini Wilayah Terdampak Pasokan Air

Para lulusan harus berani menggerakkan roda ekonomi dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Pemerintah daerah mendorong alumni untuk terus berlatih demi menjaga kualitas produk batik yang dihasilkan.

Para perajin muda perlu memanfaatkan platform media sosial secara optimal untuk memperluas jangkauan promosi. Di samping itu, kolaborasi antarpeserta menjadi kunci utama dalam membangun jaringan bisnis yang solid.

Dian juga meminta peserta agar menyuntikkan inovasi modern tanpa menghilangkan ciri khas budaya Minangkabau. Sikap pantang menyerah serta ketekunan menjadi modal penting dalam mengarungi persaingan dunia usaha.

Dukungan Anggaran APBD Menjamin Kelancaran Proses Pelatihan Intensif

Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, memaparkan bahwa peserta menjalani pembinaan yang sangat ketat. Seluruh peserta mengikuti total 31 kali pertemuan dengan durasi delapan jam pada setiap sesinya.

Pemerintah Kota Padang mengucurkan bantuan biaya transportasi sebesar Rp2.635.000 untuk setiap peserta. Alokasi dana operasional tersebut bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Baca Juga :  Strategi TP-PKK Kota Padang Kejar Juara Umum Jambore Kader PKK Sumbar 2026

Dukungan finansial ini bertujuan agar para peserta fokus menyerap ilmu tanpa terbebani masalah biaya harian. Pemerintah daerah berharap alumni dapat langsung mengembangkan variasi produk batik secara mandiri pascapelatihan.

Ferri optimistis bahwa lulusan program ini mampu mendirikan unit usaha baru maupun bekerja di industri kreatif. Kehadiran wirausaha baru akan memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah Padang.

Serapan Tenaga Kerja Lokal Mulai Menunjukkan Hasil Positif

Hasil nyata dari program pelatihan ini langsung terlihat sebelum masa pembinaan resmi berakhir. Beberapa pemilik usaha batik lokal sudah mulai melirik dan merekrut para lulusan potensial.

Kondisi tersebut membuktikan bahwa kualitas lulusan PKW 2026 telah memenuhi standar kebutuhan industri kreatif. Kehadiran perajin baru ini memberikan dampak positif bagi penurunan angka pengangguran di Sumatera Barat.

Geliat industri batik daerah kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis kearifan lokal. Semangat para perajin muda ini membawa harapan baru bagi pelestarian warisan budaya bangsa.(ar)

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Intai Padang: BMKG Warnai Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat
Gubernur Sumbar Resmikan Screenhouse Cabai Modern di Agam
Inovasi SKATSU Tekan Pengangguran Generasi Muda Padang
Polda Sumbar Sisir Tambang Emas Ilegal Solok Selatan
Pemprov Sumbar dan IKA Lemhannas Perkuat Sinergi Pendidikan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda
Andre Rosiade Tinjau GOR Rawang Pariaman Bersama Wali Kota Yota Balad
UIN Batusangkar Gaet ACAI Thailand Berdayakan Lansia Padang Sarai
Pendaftaran Perlinsos Kota Padang Jemput Bola Warga Rentan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Gubernur Sumbar Resmikan Screenhouse Cabai Modern di Agam

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Inovasi SKATSU Tekan Pengangguran Generasi Muda Padang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Polda Sumbar Sisir Tambang Emas Ilegal Solok Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Pemprov Sumbar dan IKA Lemhannas Perkuat Sinergi Pendidikan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Andre Rosiade Tinjau GOR Rawang Pariaman Bersama Wali Kota Yota Balad

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran melepas langsung keberangkatan logistik pangan tersebut dari Bandara Internasional Minangkabau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.(poto : radarsumbar.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kirim Bantuan Rendang Gempa NTT

Senin, 24 Agu 2026 - 05:36 WIB