Keturunan Pendiri PT Semen Padang Asal Belanda Lakukan Napak Tilas Sejarah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang perempuan muda asal Belanda bernama Marlou Geraedts mendatangi kawasan PT Semen Padang pada Senin (14/9/2026).(poto: padangkita.com).

Seorang perempuan muda asal Belanda bernama Marlou Geraedts mendatangi kawasan PT Semen Padang pada Senin (14/9/2026).(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Seorang perempuan muda asal Belanda bernama Marlou Geraedts mendatangi kawasan PT Semen Padang pada Senin (14/9/2026). Kedatangannya bertujuan untuk menelusuri sejarah awal Semen Padang yang terikat erat dengan garis keturunan leluhurnya sejak tahun 1910.

Marlou menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Sumatra Barat untuk melihat langsung bukti sejarah keluarganya. Ia menyusuri berbagai fasilitas penting, mulai dari Pusat Kearsipan hingga kompleks Pabrik Indarung I.

Perempuan berusia 24 tahun ini merupakan generasi kelima dari Jan Cornelis Veth atau Jan Veth. Sosok tersebut memegang peranan kunci saat fase awal pembentukan industri semen pertama di Indonesia.

Silsilah Marlou ditarik secara khusus melalui Cornelis Gerard yang merupakan salah satu putra dari Jan Veth. Dari garis Cornelis Gerard, Marlou tercatat resmi sebagai keturunan generasi keempat dalam keluarga tersebut.

Cornelis Gerard mendirikan Firma Gebroeders Veth bersama dua saudaranya, yakni Bastiaan “Bas” Veth dan Franz Herman Veth. Kongsi dagang kopi dan kertas ini kemudian menyokong permodalan Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM).

Perusahaan multinasional era kolonial tersebut kini telah bertransformasi menjadi PT Semen Padang. Oleh karena itu, kunjungan Marlou memiliki makna historis yang sangat kuat bagi keluarganya.

Baca Juga :  Telkomsel Bangun Empat BTS Baru di Mentawai Usai Dikawal Andre Rosiade

Misi Personal Mengungkap Sejarah Kompleks Keluarga di Sumatra

Marlou mengaku bahwa Indonesia awalnya tidak masuk dalam rencana perjalanan utamanya di kawasan Asia Tenggara. Keinginan bertandang ke Kota Padang baru muncul setelah ia mendengar cerita langsung dari sang ibu.

Penuturan mengenai rekam jejak keluarga besar di Nusantara mengubah perjalanan liburannya menjadi sebuah misi personal. Ia ingin memahami peran nyata leluhurnya dalam mendirikan industri semen tertua di Indonesia.

Marlou menilai peninggalan leluhurnya sebagai bagian sejarah yang sangat memikat sekaligus cukup kompleks. Ia memilih tidak membatasi diri pada cerita lisan yang diwariskan secara turun-temurun di Belanda.

Ia memutuskan datang langsung untuk menyentuh dokumen otentik dan merasai atmosfer lokasi di Sumatra Barat. Langkah ini membantunya menggali fakta sejarah secara mandiri dari sumber-sumber terpercaya.

Saat mengunjungi Pusat Kearsipan PT Semen Padang, Marlou mencermati berbagai literatur dan dokumen berharga. Arsip-arsip tersebut menampilkan visualisasi konkret mengenai dinamika kawasan industri pada masa silam.

Topik pembebasan lahan era awal pembangunan pabrik menjadi fokus utama yang paling menyita perhatiannya. Melalui dokumen tertulis dan penjelasan petugas, ia mempelajari proses akuisisi tanah serta hubungan sosial masyarakat lokal.

Napak Tilas Bersejarah Keturunan Pendiri Industri Semen Nasional

Kunjungan Marlou mencapai puncaknya ketika ia melangkahkan kaki di kawasan cagar budaya Pabrik Indarung I. Ia mengamati sisa-sisa peninggalan struktur bangunan kuno dan mempelajari teknologi produksi semen masa lalu.

Baca Juga :  Buka Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Fadly Amran Dorong Agenda Nasional dan Diplomasi Kuliner Padang

Pengalaman fisik ini memberikan kelegaan emosional yang sangat mendalam bagi perempuan asal Belanda tersebut. Kepingan imajinasi yang dulu hanya tersimpan di ruang keluarga kini hadir nyata di hadapannya.

Marlou menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen PT Semen Padang yang terus merawat akar sejarah perusahaan. Ia kagum melihat transformasi industri yang tetap menjaga warisan berusia 116 tahun tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyambut hangat kedatangan keturunan pendiri perusahaan ini secara terpisah. Pihak manajemen menganggap momentum ini bukti nyata bahwa sejarah perusahaan terus hidup melintasi generasi.

Win menjelaskan bahwa lawatan Marlou memberikan dorongan positif bagi penceritaan sejarah industri nasional kepada publik. Kehadirannya membuktikan ikatan emosional sejarah PT Semen Padang masih terjaga hingga ke Eropa.

Manajemen berharap aksi napak tilas ini dapat menjadi jembatan edukasi yang menginspirasi generasi muda. Momentum historis ini membuka ruang diskusi berharga mengenai sejarah industri dari sudut pandang kultural.(ar)

Berita Terkait

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng
Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Selimut Abu, PVMBG Minta Warga Jauhi Kawah Verbeek
Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal
Pemko Padang Jaring 15 UMKM Terbaik di UMKM Champion 2026
Kemenhaj Sumbar Pergoki 5 Travel Umrah Ilegal di Bandara BIM
BNPB Peringatkan Bahaya Erupsi Tiga Gunung Api Status Siaga
Pedagang Padang Keluhkan Penukaran Uang Logam Bank Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:03 WIB

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 November 2026 - 15:58 WIB

Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin

Selasa, 3 November 2026 - 14:22 WIB

Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal

Selasa, 3 November 2026 - 13:54 WIB

Pemko Padang Jaring 15 UMKM Terbaik di UMKM Champion 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:44 WIB

Kemenhaj Sumbar Pergoki 5 Travel Umrah Ilegal di Bandara BIM

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB