Agam, serisunews.id – Akses jalan Kelok 44 kembali tertutup material tanah dan pasir akibat bencana longsor yang menerjang kawasan tersebut pada Jumat (25/9/2026) sore. Bencana alam ini membuat arus lalu lintas kendaraan dari dan menuju wilayah Tanjung Raya terganggu secara signifikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam langsung menurunkan tim ke lokasi untuk mendata dampak kerusakan. Petugas teknis bergerak cepat mengamankan area sekitar agar tidak memicu bahaya lanjutan bagi para pengendara.
Kabid KL BPBD Agam Abdul Ghofur mengonfirmasi titik utama material yang menyumbat jalur moda transportasi tersebut. Ia menyebutkan bencana longsor ini terjadi di area Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
Tumpukan material longsor jatuh membendung badan jalan utama, tepatnya pada tikungan tajam Kelok 8. Bongkahan material tersebut runtuh secara masif dari tebing bagian atas yang berada di kawasan Kelok 10.
Ribuan karung berisi pasir yang mulanya terpasang di atas tebing mendadak terban ke dasar lembah. Runtuhan fisik karung pasir ini langsung meluncur deras dan menutup hampir seluruh akses perlintasan kendaraan di bawahnya.
Kondisi tersebut memaksa petugas menghentikan arus lalu lintas demi menjamin keselamatan para pengguna jalan. Pihak BPBD Agam juga terus berkoordinasi erat dengan instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi di lapangan.
Pemerintah Provinsi Diterjunkan Alat Berat Tangani Longsor Agam
Pemerintah Kabupaten Agam segera membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mendatangkan bantuan logistik. Langkah cepat ini diambil agar pembersihan badan jalan nasional tersebut dapat rampung dalam waktu singkat.
Pemerintah provinsi langsung merespons laporan tersebut dengan mengirimkan unit alat berat menuju titik bencana. Armada pengeruk tanah tersebut bergerak secepat mungkin guna menembus kemacetan di sepanjang jalur perbukitan Tanjung Raya.
Abdul Ghofur memastikan bahwa alat berat milik pemprov sudah mendekati lokasi kejadian sejak sore hari. Posisi armada pembersih material tersebut dilaporkan telah memasuki kawasan gerbang masuk Kelok 44.
Petugas gabungan di lapangan siap mendampingi operator alat berat untuk menyingkirkan tumpukan karung pasir secara bertahap. Penanganan darurat ini menjadi prioritas utama agar mobilitas warga dan distribusi barang kembali normal.
Meskipun proses penanganan terus berjalan, BPBD Agam meminta masyarakat yang melintas untuk tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi. Pasalnya, curah hujan dengan intensitas sangat tinggi masih terus mengguyur seluruh wilayah Kecamatan Tanjung Raya dan sekitarnya.
Ancaman longsor susulan masih membayangi jalur perbukitan curam tersebut selama cuaca ekstrem belum mereda. Pihak berwenang mengimbau para pengendara agar menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko bahaya.(ar)









