Ojek Online vs Ojek Pangkalan di Sungai Penuh, Pemerintah Didesak Hadirkan Regulasi Adil

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan beraktivitas berdampingan di tepi jalan Kota Sungai Penuh, Jambi.(poto: AI).

Ilustrasi: Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan beraktivitas berdampingan di tepi jalan Kota Sungai Penuh, Jambi.(poto: AI).

Sungai Penuh, Seriusnews.id – Kehadiran layanan ojek online Sungai Penuh mengubah pola transportasi warga setempat dalam beberapa tahun terakhir. Aplikasi digital ini menawarkan solusi mobilitas cepat sekaligus menyisakan tantangan nyata bagi pengemudi pangkalan.

Sebagian besar warga merasakan dampak positif kehadiran angkutan berbasis gawai pintar ini. Kemudahan memesan armada lewat genggaman tangan memangkas waktu tunggu secara signifikan.

Salah seorang ibu rumah tangga, Yuni (43), merasakan langsung kepraktisan layanan modern tersebut. Ia mengaku sangat terbantu saat harus mengantar anak ke sekolah di tengah tumpukan pekerjaan rumah.

Kondisi cuaca buruk kerap menambah beban mobilitas harian keluarganya. Menurut Yuni, layanan ini menjadi penolong utama saat hujan lebat turun dan kesibukan rumah menyita waktu.

Kebutuhan transportasi harian keluarga kini tertangani lebih cepat dan efisien. Warga tidak perlu lagi berjalan kaki menuju pangkalan terdekat demi mencari tumpangan.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Peletakan Batu Pertama Rumah Layak Huni

Kenyamanan para pengguna jasa ternyata berbanding terbalik dengan nasib pengemudi ojek konvensional. Pendapatan para penarik ojek pangkalan tergerus akibat perpindahan pilihan moda transportasi masyarakat.

Sejumlah pengemudi konvensional mengeluhkan penurunan drastis jumlah penumpang setiap harinya. Mereka harus menunggu giliran narik lebih lama di pangkalan tanpa kepastian hasil.

Persaingan mencari penumpang ini bahkan sempat memicu ketegangan antarpengemudi di jalanan. Beberapa tahun lalu, kesalahpahaman sempat meletup antara oknum pengurus pangkalan dan mitra aplikasi online hingga berujung adu mulut.

Dampak Penurunan Penumpang Hingga Adaptasi Pengemudi Pangkalan

Gesekan terbuka antarpengemudi tersebut kini mulai mereda seiring berjalannya waktu. Pantauan lapangan menunjukkan hubungan kedua kelompok pengemudi berangsur tenang dan kondusif.

Pengemudi pangkalan perlahan menerima pergeseran kebiasaan penumpang sebagai bagian dari tuntutan zaman. Mereka mulai beradaptasi dengan realitas operasional layanan digital di wilayah Kota Sungai Penuh.

Meski demikian, para pelaku transportasi konvensional tetap membutuhkan kepastian ruang usaha. Mereka mengharapkan perlakuan yang seimbang agar mata pencaharian harian tidak hilang sepenuhnya.

Baca Juga :  3.632 Hotspot Terdeteksi di Jambi, Pemprov dan Satgas Karhutla Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Di sisi lain, konsumen tetap menginginkan kepastian layanan yang aman dan ramah di kantong. Pertemuan dua kepentingan ini menuntut perhatian serius dari pihak penentu kebijakan wilayah.

Peran Pemerintah Menghadirkan Regulasi Adil Bersama Kedua Pihak

Pemerintah Kota Sungai Penuh kini memegang peranan krusial dalam menuntaskan persoalan tersebut. Aparatur daerah perlu merumuskan regulasi yang adil bagi penyedia jasa pangkalan maupun mitra aplikasi daring.

Langkah pembinaan berkelanjutan dinilai mampu mencegah potensi perselisihan baru di masa mendatang. Pengaturan zona dan kesepakatan operasional yang jelas akan melindungi hak kedua belah pihak.

Kedua ekosistem transportasi sebenarnya berpeluang tumbuh bersama melayani mobilitas warga Sungai Penuh. Kebijakan tepat sasaran dari pemerintah setempat menjadi kunci utama harmoni transportasi lokal.(ar)

Berita Terkait

Wacana Gaji ASN Pindah ke Koperasi Bayangi Likuiditas Bank Jambi
Helneti Mesra Dilantik Jadi Anggota DPRD, Keterwakilan Perempuan Sungai Penuh Menguat
Pemkot Sungai Penuh Canangkan Nilai Dasar ASN BerAKHLAK Perkuat Pelayanan Publik
Jalur Logistik Kembali Terbuka, Penanganan Longsor Tapan Batas Jambi Dipercepat
Rebutan Kursi DPR RI Jambi: Adirozal dan Masnah Bersaing Gantikan Almarhum Bakri
Jalur Pendakian Gunung Kerinci Resmi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Pesan Tiket Daring
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Polemik Anggaran Bimtek BPD Sungai Penuh, Komisi I Agendakan RDP Bersama Dinas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Wacana Gaji ASN Pindah ke Koperasi Bayangi Likuiditas Bank Jambi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Helneti Mesra Dilantik Jadi Anggota DPRD, Keterwakilan Perempuan Sungai Penuh Menguat

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Pemkot Sungai Penuh Canangkan Nilai Dasar ASN BerAKHLAK Perkuat Pelayanan Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Jalur Logistik Kembali Terbuka, Penanganan Longsor Tapan Batas Jambi Dipercepat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Rebutan Kursi DPR RI Jambi: Adirozal dan Masnah Bersaing Gantikan Almarhum Bakri

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB