Jakarta, Seriusnews.id – Pegadaian menurunkan harga jual dan pembelian kembali (buyback) emas batangan Antam pada perdagangan Sabtu (24/10/2026). Penurunan ini melanjutkan tren koreksi dari perdagangan hari sebelumnya.
Masyarakat kini menebus pecahan 1 gram dengan harga Rp 2.579.000. Angka tersebut mencerminkan koreksi sebesar Rp 10.000 dari posisi Jumat (23/10/2026) yang sempat menyentuh Rp 2.589.000 per gram.
Pada saat yang sama, Pegadaian mematok harga buyback 1 gram di angka Rp 2.310.000. Nilai ini terpangkas Rp 18.000 dari patokan hari sebelumnya sebesar Rp 2.328.000.
Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Antam
Koreksi harga terjadi merata pada seluruh ukuran cetakan yang tersedia di gerai Pegadaian hari ini. Pecahan terkecil 0,5 gram kini bertengger di level Rp 1.340.000, dengan nilai buyback sebesar Rp 1.155.000.
Untuk pecahan menengah, emas 2 gram kini berlabel Rp 5.096.000 dan nilai jual kembalinya menyentuh Rp 4.620.000. Pecahan 3 gram dibanderol Rp 7.618.000 dengan buyback Rp 6.930.000, sementara ukuran 5 gram dilepas seharga Rp 12.663.000 dan nilai jual kembali Rp 11.550.000.
Berikut rincian lengkap harga emas Antam di Pegadaian per Sabtu (24/10/2026):
-
0,5 gram: Harga jual Rp 1.340.000 | Buyback Rp 1.155.000
-
1 gram: Harga jual Rp 2.579.000 | Buyback Rp 2.310.000
-
2 gram: Harga jual Rp 5.096.000 | Buyback Rp 4.620.000
-
3 gram: Harga jual Rp 7.618.000 | Buyback Rp 6.930.000
-
5 gram: Harga jual Rp 12.663.000 | Buyback Rp 11.550.000
-
10 gram: Harga jual Rp 25.269.000 | Buyback Rp 23.100.000
-
25 gram: Harga jual Rp 63.044.000 | Buyback Rp 57.466.000
-
50 gram: Harga jual Rp 126.008.000 | Buyback Rp 114.933.000
-
100 gram: Harga jual Rp 251.936.000 | Buyback Rp 229.867.000
Pegadaian belum merilis harga untuk cetakan besar 250 gram hingga 1.000 gram pada papan perdagangan akhir pekan ini. Investor perlu mencermati selisih antara harga beli dan harga jual kembali sebelum mengeksekusi transaksi.
Tekanan Minyak Mentah dan Kebijakan The Fed di Pasar Global
Pelemahan harga emas di dalam negeri sejalan dengan tekanan yang melanda bursa komoditas internasional. Harga emas dunia anjlok menembus ke bawah batas psikologis 4.000 dollar AS per troy ounce pada penutupan Jumat (23/10/2026).
Data Trading Economics menempatkan emas global pada level 3.993,96 dollar AS per troy ounce, merosot 30,86 dollar AS atau 0,77 persen. Penurunan tersebut memperdalam koreksi logam mulia hingga hampir 4 persen sepanjang pekan ini.
Lonjakan harga minyak mentah Brent menjadi pemicu utama yang menekan pergerakan harga emas. Serangan kelompok Houthi di Arab Saudi mengganggu pasokan energi dan melambungkan harga minyak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Kenaikan biaya energi langsung mengerek angka inflasi konsumen serta produsen di Amerika Serikat melampaui estimasi awal pasar. Kondisi ini memaksa pelaku pasar mengantisipasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Pasar memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di posisi tinggi untuk periode yang lebih lama. Tingkat suku bunga yang tinggi menekan daya tarik emas karena aset lindung nilai ini tidak menawarkan imbal hasil bunga berkala.
Mayoritas analis memprediksi The Fed masih mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober 2026. Namun, alat pantau CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga melonjak hingga 80 persen pada pertemuan Desember mendatang.
Pelaku pasar saat ini memusatkan perhatian pada rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS pada 29 Oktober 2026. Angka tersebut akan menjadi rujukan utama investor dalam mengukur arah kebijakan moneter AS dan pergerakan emas selanjutnya.(ar)









