Padang, Seriusnews.id – Sebanyak 54 mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Barat resmi menyelesaikan Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) Angkatan ke-49 Resimen Mahasiswa Pagaruyung.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin langsung upacara penutupan latihan fisik dan mental tersebut di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta, Rabu (28/10/2026).
Momentum penutupan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini mengakhiri rangkaian pelatihan intensif yang berjalan sejak 18 Oktober 2026.
Peran Ganda Intelektual Kampus dan Tanggap Bencana
Dalam arahannya, Fadly Amran meminta para anggota Menwa memadukan ketajaman berpikir akademis dengan disiplin pertahanan negara.
Ia menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan mahasiswa yang berani menyampaikan kritik membangun demi kemajuan daerah. Pada saat yang sama, anggota Menwa wajib memegang loyalitas penuh untuk menjaga keutuhan kedaulatan negara.
Fadly, yang menerima amanah sebagai Anggota Kehormatan Menwa Pagaruyung, juga menyoroti kerentanan geografis Kota Padang terhadap gempa bumi, banjir, dan longsor.
Ia menginstruksikan para kader Menwa segera turun tangan menggelar simulasi dan edukasi kesiapsiagaan bencana bagi rekan-rekan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Selain ancaman bencana fisik, Fadly mengingatkan bahaya degradasi sosial seperti penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, dan pergaulan menyimpang di kalangan remaja.
Ia menuntut anggota Menwa berdiri di barisan terdepan sebagai figur teladan yang memutus rantai kenakalan remaja tersebut.
Gagasan Dubalang Kampus Jaga Ketertiban Akademik
Komandan Menwa Pagaruyung Sumatera Barat, Fauzi Bahar, menyambut langsung instruksi pemerintah daerah tersebut dengan program konkret.
Fauzi menyatakan kesiapan pasukannya untuk memperkuat agenda penanggulangan bencana, program penghijauan, serta aksi gotong royong di tengah warga.
Pihaknya bahkan mengadopsi program keamanan berbasis kearifan lokal milik Pemko Padang ke dalam ekosistem pendidikan tinggi lewat inisiatif Dubalang Kampus.
Melalui gagasan ini, anggota Menwa di tiap kampus bertugas mengawasi ketertiban internal dan menangkal berbagai perilaku menyimpang mahasiswa.
Sejumlah pejabat daerah turut menyaksikan upacara penutupan tersebut, mulai dari jajaran Forkopimda Kota Padang hingga perwakilan pimpinan kampus.
Hadir pula Staf Ahli Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Infanteri Gambuh Sri Karyanto serta Ketua DPP IARMI Sumatera Barat Budhi Erwanto yang memberi dukungan moril bagi para kader baru.(ar)









