5 Cara Tanam Padi Modern yang Bikin Panen Berlipat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani mengoperasikan mesin penanam padi modern di lahan sawah dengan bantuan drone penyemprot udara.(poto: AI).

Petani mengoperasikan mesin penanam padi modern di lahan sawah dengan bantuan drone penyemprot udara.(poto: AI).

Jakarta, Seriusnews.id – Sektor pertanian kini bergerak meninggalkan cara lama yang lambat dan boros biaya. Petani di berbagai daerah mulai menerapkan inovasi budidaya tanaman pangan demi mendongkrak produktivitas panen secara signifikan.

Langkah ini menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di pedesaan dan perubahan iklim yang kian ekstrem. Dengan perpaduan mesin canggih serta tata kelola lahan yang presisi, kegiatan menanam padi kini berjalan jauh lebih cepat dan terukur.

Lompatan Efisiensi Lewat Mesin Tanam dan Pola Jajar Legowo

Petani modern mengandalkan mesin rice transplanter untuk menancapkan bibit ke hamparan sawah. Mesin ini menyelesaikan penanaman satu hektare lahan hanya dalam hitungan beberapa jam saja.

Penggunaan mesin penanam otomatis menuntut petani menyiapkan bibit padi di atas baki semai khusus. Bibit muda berusia 12 hingga 18 hari langsung berpindah ke lumpur dengan kedalaman dan jarak yang sangat rapi.

Kerapian tersebut berpadu serasi dengan modifikasi pola tanam jajar legowo, khususnya variasi 2:1 atau 4:1. Pola barisan berselang ini membuka ruang kosong lebar yang mengalirkan sirkulasi udara segar ke setiap rumpun tanaman.

Baca Juga :  PLN Sukseskan Program Electrifying Agriculture Pesisir Selatan

Sinar matahari langsung masuk menyinari celah-celah daun tanpa terhalang. Keadaan ini menekan kelembapan berlebih di sekitar akar sehingga rumpun terbebas dari ancaman serangan jamur dan hama busuk pelepah.

Lorong kosong pada jajar legowo juga memudahkan petani mendorong alat penyiang mekanis. Petani membasmi rumput liar tanpa merusak batang utama padi yang sedang bertumbuh.

Hemat Air dan Pupuk Presisi Dongkrak Kualitas Gabah

Selain mengandalkan alat bermotor, keberhasilan panen bertumpu pada pengelolaan air berselang atau intermiten. Petani tidak lagi menggenangi petak sawah terus-menerus sejak masa tanam hingga panen tiba.

Petani rutin memantau ketinggian muka air tanah menggunakan pipa paralon berlubang di sudut petak sawah. Siklus basah dan kering secara teratur ini merangsang akar padi menembus lapisan tanah yang lebih dalam guna mencari oksigen.

Baca Juga :  Semarak Hari Jadi Kota Padang Ke-357, Layanan Trans Padang Terapkan Tarif Spesial Rp1

Batang tanaman tumbuh jauh lebih kokoh dan tidak mudah rebah saat terpaan angin kencang melanda. Pola irigasi berselang ini terbukti memangkas pemakaian air irigasi hingga 30 persen sekaligus menekan pelepasan gas metana ke udara.

Efisiensi berlanjut pada tahap pemberian pupuk serta perawatan bulir. Petani kini membaca kebutuhan nutrisi tanaman menggunakan bagan warna daun sebelum menabur urea ke petak sawah.

Petani juga memanfaatkan unit drone pertanian untuk menyemprotkan pupuk cair dan agen hayati dari udara. Butiran cairan nutrisi langsung menyapu kanopi daun secara rata tanpa meninggalkan jejak injakan kaki yang merusak tanaman.

Pendekatan budidaya padi berbasis teknologi ini terbukti memangkas biaya operasional harian petani secara nyata. Bulir gabah terisi padat sempurna, kualitas beras meningkat, dan keuntungan petani pun melonjak tajam saat masa panen tiba.(ar)

Berita Terkait

Panduan Sukses Budidaya Padi Sawah Agar Panen Melimpah
Lowongan Kerja PT PAMA 2026 Diperpanjang, Simak Syarat S1
KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang
Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi
Cara Daftar Bansos 2027 Lewat Portal Perlinsos Kemensos
Dorong Kepatuhan Ekspor SDA, Bank Indonesia Jambi Gelar Refreshment Pelaporan DHE-DPI
Pertumbuhan Ekonomi Jambi Triwulan II 2026 Melambat, Investasi dan Ekspor Justru Menguat
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Melambat pada Triwulan II 2026, Tekanan Inflasi Naik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:09 WIB

5 Cara Tanam Padi Modern yang Bikin Panen Berlipat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Panduan Sukses Budidaya Padi Sawah Agar Panen Melimpah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lowongan Kerja PT PAMA 2026 Diperpanjang, Simak Syarat S1

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi

Berita Terbaru

Petani mengoperasikan mesin penanam padi modern di lahan sawah dengan bantuan drone penyemprot udara.(poto: AI).

Ekonomi

5 Cara Tanam Padi Modern yang Bikin Panen Berlipat

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:09 WIB

Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat terus menggeber Operasi Patuh Singgalang 2026 di seluruh wilayah hukum Sumbar.(poto: padangkita.com).

Regional

Operasi Patuh Singgalang 2026: Polisi Gencarkan Tilang ETLE

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:58 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin langsung upacara penutupan latihan fisik dan mental tersebut di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta, Rabu (28/10/2026).(poto: padangkita.com).

Pendidikan

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa, Dorong Dubalang Kampus

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:54 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut langsung komitmen ekspansi ini di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Taksi Listrik Green SM Masuk Padang, Serap 500 Tenaga Kerja

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:50 WIB