Sumatera Selatan, Seriusnews.id – Pelatih Sumsel United, M. Nasuha, mengkritik keras kepemimpinan pengadil lapangan usai laga sengit Sumsel United lawan Semen Padang FC pada Jumat malam. Laga pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, tersebut berakhir dengan skor tipis 0-1. Kekalahan dramatis pada menit-menit akhir membuyarkan kerja keras Laskar Juara setelah tampil spartan sejak menit awal.
Nasuha langsung mengapresiasi daya juang para pemain yang bertarung habis-habisan sepanjang pertandingan. Tim tamu sebenarnya mendominasi jalannya laga pada babak pertama melalui sejumlah skema serangan balik cepat. Sayangnya, lini depan Sumsel United gagal mengonversi peluang matang tersebut menjadi gol pembuka keunggulan.
Meski gagal mencuri poin penuh, juru taktik lokal ini memuji konsistensi permainan pasukannya sebelum insiden kartu merah terjadi. Para pemain menjalankan instruksi taktik dengan disiplin tinggi di setiap lini. Mereka sukses mematikan pergerakan motor serangan lawan hampir sepanjang paruh pertama laga.
Dampak Kartu Merah Wafa Habiby
Petaka menghampiri kubu Sumsel United saat wasit mengusir pemain bertahan Wafa Habiby keluar lapangan pada babak kedua. Keputusan tegas pengadil lapangan memaksa tim tamu bertarung hanya dengan sepuluh orang pemain. Situasi timpang ini mengubah total peta kekuatan di atas lapangan hijau.
Tuan rumah Semen Padang FC langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi. Nasuha pun terpaksa merombak strategi dengan menarik mundur garis pertahanan demi menahan gempuran intens lawan. Skuat Sumsel United akhirnya kebobolan satu gol krusial pada fase akhir pertandingan.
Nasuha mengakui hilangnya satu pemain membuat organisasi pertahanan timnya kedodoran menahan tekanan lawan. Barisan belakang harus bekerja ekstra keras menutup ruang tembak para penyerang Semen Padang FC. Sayang, kelengahan di pengujung laga berbuah fatal bagi armada asal Sumatera Selatan tersebut.
Sorotan Terhadap Keputusan Pengadil Lapangan
Kekecewaan Nasuha semakin memuncak saat menyinggung insiden kontroversial di dalam kotak terlarang yang luput dari perhatian wasit. Ia menyayangkan sang pengadil tidak meniup peluit atas dugaan pelanggaran yang berpotensi menghasilkan penalti bagi timnya. Nasuha menyerahkan sepenuhnya keadilan atas keputusan janggal itu kepada Tuhan.
Bek Sumsel United, Bagas, mengakui timnya sempat kehilangan fokus sesaat setelah insiden pengusiran rekan setimnya. Meski demikian, ia menilai jalannya laga tetap memberikan pengalaman berharga bagi mentalitas seluruh skuad. Ia bertekad mengembalikan fokus penuh demi mengamankan kemenangan pada partai kandang berikutnya.
Kekalahan menyakitkan ini menahan laju Sumsel United di papan tengah tangga klasemen sementara. Sebaliknya, Semen Padang FC langsung merangsek naik ke peringkat ketiga kompetisi. Kini tim pelatih Sumsel United memikul tugas berat memulihkan fisik dan mental pemain jelang pekan kesembilan.(ar)









