Jambi, seriusnews.id – Aksi demo Aliansi Mahasiswa Jambi di depan pintu gerbang Kompleks Perkantoran Gubernur Jambi berlangsung panas pada Kamis (8/10/2026) sore. Ratusan demonstran terlibat gesekan fisik dan aksi saling dorong gerbang bersama aparat karena menuntut pertemuan langsung dengan Gubernur Jambi.
Massa memulai konsentrasi unjuk rasa sejak pukul 14.35 WIB di area luar kompleks pemerintahan tersebut. Mereka mendesak petugas membuka akses masuk agar perwakilan massa bisa menyampaikan aspirasi tatap muka.
Massa yang memadati jalan protokol langsung memusatkan tekanan pada daun pintu besi utama. Petugas gabungan berseragam lengkap langsung merapatkan barisan guna menahan laju dorongan massa.
Situasi di depan pagar pembatas terus memanas seiring bertambahnya tekanan massa dari barisan belakang. Demonstran menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum pimpinan daerah keluar menemui mereka.
Aparat Kunci Rantai Gerbang Utama Demi Pengamanan Ketat
Petugas keamanan mengantisipasi gelombang massa dengan mengunci rapat pintu gerbang utama Kompleks Perkantoran Gubernur Jambi. Mereka melilitkan ikatan rantai besi tebal lengkap dengan gembok pengaman ukuran besar pada terali pembatas.
Langkah sterilisasi fisik ini petugas ambil guna membatasi massa yang terus berusaha menerobos masuk ke area dalam halaman kantor. Barikade pengamanan berlapis juga bersiaga di balik pintu gerbang untuk mengantisipasi potensi kerusakan pagar.
Sejumlah mahasiswa yang berada di barisan paling depan terus mengguncang serta mendorong daun pintu besi sekuat tenaga. Aksi tersebut berlangsung di bawah tatapan waspada para petugas kepolisian yang memagari perimeter gerbang.
Massa di barisan depan juga terus melontarkan protes terbuka kepada aparat yang berdiri mengawasi jalannya unjuk rasa. Mereka meminta petugas tidak menghalangi langkah mahasiswa yang datang membawa tuntutan warga.
“Buka gerbang ini, Pak, kami ingin bertemu langsung dengan Gubernur,” teriak salah satu orator lantang dari tengah kerumunan.
Seruan tersebut langsung disambut gemuruh teriakan massa lain yang ikut menekan daun pintu gerbang dari arah luar. Suasana tegang sempat berlangsung beberapa saat ketika gesekan antarkedua kubu kembali meningkat di titik sentral gerbang.
Pengunjuk Rasa Bertahan Sampaikan Tuntutan Sembari Menunggu Gubernur
Aparat kepolisian dan petugas keamanan internal kantor tetap memberlakukan pengamanan ekstra ketat di seluruh titik perbatasan area demonstrasi. Penjagaan siaga penuh ini terus berjalan untuk memastikan stabilitas keamanan di sekitar kompleks perkantoran tetap terkendali.
Hingga laporan ini dihimpun pada petang hari, Gubernur Jambi belum menemui para pengunjuk rasa di depan gerbang. Ketidakhadiran orang nomor satu di provinsi tersebut membuat konsentrasi massa di lokasi unjuk rasa tetap bertahan padat.
Aliansi mahasiswa menolak meninggalkan area gerbang dan memilih menduduki badan jalan di depan gerbang utama. Mereka menyatakan komitmen untuk terus mengawal agenda pertemuan langsung dengan kepala daerah hingga membuahkan kepastian.
Massa pengunjuk rasa kini menyusun barisan sembari bergantian menyuarakan berbagai poin tuntutan resmi melalui pengeras suara. Orator dari berbagai elemen kampus secara bergilir membakar semangat peserta aksi agar tetap solid dalam menyampaikan sikap kritis.
Rantai dan gembok besi yang masih terpasang kokoh membuat gerbang utama tetap tertutup total bagi akses keluar-masuk kendaraan. Aparat kepolisian tetap mengawasi pergerakan massa secara ketat agar aksi penyampaian pendapat ini tidak berujung pada aksi perusakan fasilitas umum.(ar)









