Susah Konsisten Salat? Ubah Cara Pikir Ini, Dijamin Lebih Istiqomah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi seorang pria yang sedang menunaikan ibadah sholat

ilustrasi seorang pria yang sedang menunaikan ibadah sholat

Jakarta, seriusnews.id-Kunci utama agar rajin salat terletak pada cara kita memandang salat itu sendiri. Selama ini, banyak orang hanya memahami bahwa salat itu wajib dan meninggalkannya berdosa, tetapi jarang menggali alasan mengapa kita benar-benar membutuhkan salat.

Padahal, jika kita memahami maknanya, salat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan.

Salah satu penjelasan menarik pernah disampaikan oleh Felix Siauw dalam sebuah kajian. Ia mengisahkan latar belakang turunnya perintah salat melalui peristiwa Isra Miraj.

Kisah di Balik Perintah Salat

Sebelum peristiwa tersebut, Muhammad SAW menghadapi masa yang sangat berat. Kaum Quraisy menolak dakwahnya, menghina, bahkan menyiksa para sahabat. Banyak Muslim saat itu hidup dalam tekanan dan penderitaan.

Rasulullah kemudian pergi ke Thaif dengan harapan mendapat dukungan. Namun, penduduk Thaif justru melempari beliau dengan batu hingga terluka.

Baca Juga :  BPKH dan Bank Nagari Gelar Safari Haji di PT Semen Padang

Di tengah kondisi itu, Rasulullah tidak mengeluh tentang kejahatan kaumnya. Sebaliknya, beliau mengakui kelemahan dirinya dan memohon pertolongan kepada Allah. Bahkan ketika malaikat menawarkan untuk menghancurkan kaum tersebut, beliau menolak dan berharap kebaikan dari keturunan mereka.

Tak lama setelah itu, beliau kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya. Kesedihan semakin mendalam. Di titik inilah Allah memberikan hadiah luar biasa melalui peristiwa Isra Miraj.

Salat sebagai Kebutuhan, Bukan Beban

Melalui Isra Miraj, Allah memerintahkan salat lima waktu. Perintah ini bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kasih sayang.

Allah membuka “jalur langsung” bagi manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya tanpa perantara. Setiap orang bisa mengadu, meminta, dan berharap langsung kepada Allah lima kali sehari.

Baca Juga :  MasyaAllah! Deretan Artis Ini Bangun Masjid, Ada yang Sudah Dipakai Salat Id

Karena itu, para sahabat menyambut perintah salat dengan penuh kebahagiaan, bukan beban.

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Dari kisah tersebut, kita bisa mengubah cara pandang terhadap salat:

  • Salat bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan hidup
  • Salat menjadi tempat terbaik untuk mengadu dan mencari ketenangan
  • Salat membantu kita menghadapi masalah dengan lebih kuat

Oleh karena itu, jika ingin rajin salat, ubahlah mindset terlebih dahulu. Jadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Singkatnya: hidup selalu penuh masalah, tetapi salat memberi kita ruang untuk kembali tenang, berharap, dan meminta langsung kepada Allah. (nr*)

Berita Terkait

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman
Bencana Karhutla Kian Mengancam, MUI Serukan Shalat Istisqa Berjamaah dan Tegakkan Hukum
Pemko Pariaman Gelar MTQ XIX Selama Tiga Hari Penuh di Tujuh Lokasi Strategis
Koto Tangah Pertahankan Juara Umum MTQ ke-42 Padang, Pemko Rancang Pondok Al-Qur’an
Hasil Evaluasi MTQ Padang: Pola Pembinaan Berubah dan Tuan Rumah Baru Ditetapkan
Kesiapan MTQ Nasional ke-42 Padang Terus Dimatangkan Menjelang Pembukaan
LPTQ Padang Siapkan Pembinaan MTQ Berkelanjutan Melalui Quran Center
Peran Indonesia Industri Halal Makin Kuat Lewat H20 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bencana Karhutla Kian Mengancam, MUI Serukan Shalat Istisqa Berjamaah dan Tegakkan Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pemko Pariaman Gelar MTQ XIX Selama Tiga Hari Penuh di Tujuh Lokasi Strategis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Koto Tangah Pertahankan Juara Umum MTQ ke-42 Padang, Pemko Rancang Pondok Al-Qur’an

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Hasil Evaluasi MTQ Padang: Pola Pembinaan Berubah dan Tuan Rumah Baru Ditetapkan

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB