Balek Kalahek Tempurung Perkuat Identitas Budaya Luhah Rio Mendiho

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pertujukan Tari Cangkul yang di persembahkan oleh anak-anak Luhah Rio Mendiho, 27/6/2027.

Salah satu pertujukan Tari Cangkul yang di persembahkan oleh anak-anak Luhah Rio Mendiho, 27/6/2027.

Sungai Penuh, seriusnews.id – Masyarakat Luhah Rio Mendiho kembali menggelar Tradisi Balek Kalahek Tempurung pada Sabtu malam (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga warisan adat dan budaya sekaligus memperkuat nilai persaudaraan di tengah perkembangan zaman.

Tradisi yang terus diwariskan secara turun-temurun itu tidak hanya menjadi ajang berkumpul masyarakat. Lebih dari itu, Balek Kalahek Tempurung menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkokoh nilai adat, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir bersama para tokoh adat dan unsur pemerintah untuk mengikuti rangkaian acara yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Luhah Rio Mendiho.

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Warisan Budaya Daerah

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh menghadiri kegiatan tersebut mewakili Wali Kota Alfin. Turut hadir Wakil Ketua DPRD beserta anggota, Depati Nan Batujuh, Ninik Mamak Enam Luhah Sungai Penuh, para depati, ninik mamak, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta pemuda dan pemudi Luhah Rio Mendiho.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah memberikan apresiasi kepada masyarakat Luhah Rio Mendiho yang terus mempertahankan tradisi sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah. Menurutnya, konsistensi masyarakat dalam menjaga adat menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap warisan leluhur.

Baca Juga :  Hulu Baleang dan Sike Menggema, Penyambutan Tiang Karamentang Rio Mendiho

Ia menjelaskan bahwa Balek Kalahek Tempurung menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan semangat kebersamaan yang masih relevan hingga saat ini. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga tradisi tersebut agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Selain menjadi bagian dari sejarah, tradisi tersebut juga memperlihatkan kuatnya hubungan sosial di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam satu kegiatan menjadi bukti bahwa budaya mampu menyatukan berbagai generasi.

Nilai Gotong Royong Terus Menguat Dalam Kehidupan Masyarakat Adat

Sekretaris Daerah menegaskan bahwa adat tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu. Sebaliknya, adat terus menjadi pedoman hidup yang mengajarkan nilai gotong royong, musyawarah, saling menghormati, dan menjaga hubungan baik antarsesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Dengan menjaga adat, masyarakat juga menjaga karakter dan jati diri daerah agar tidak mudah tergerus oleh perkembangan zaman.

Melalui tradisi seperti Balek Kalahek Tempurung, generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya yang diwariskan para leluhur. Proses pewarisan nilai budaya tersebut berlangsung secara alami melalui keterlibatan langsung dalam setiap kegiatan adat.

Keberadaan ninik mamak, depati, tokoh masyarakat, serta para pemuda dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi tersebut menjadi modal penting agar tradisi tetap bertahan pada masa mendatang.

Baca Juga :  Wako Alfin Terima Silaturahmi Tokoh Adat Enam Luhah, Siap Terima Gelar Adat Kehormatan

Antusiasme Warga Tunjukkan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal Tetap Hidup

Sepanjang kegiatan, masyarakat menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional yang mencerminkan kekayaan adat Luhah Rio Mendiho. Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Antusiasme warga dari berbagai usia menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal masih tumbuh kuat. Meskipun kehidupan terus berkembang, masyarakat tetap menempatkan adat sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat yang diusung melalui Balek Kalahek Tempurung juga menjadi simbol kebangkitan pelestarian budaya di Kota Sungai Penuh. Tradisi ini memperkuat identitas masyarakat adat sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan selama bertahun-tahun.

Masyarakat berharap tradisi tersebut terus berlangsung pada masa mendatang. Mereka ingin generasi penerus tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya yang menjadi kebanggaan bersama.

Melalui Balek Kalahek Tempurung, masyarakat Luhah Rio Mendiho kembali membuktikan bahwa budaya memiliki peran besar dalam mempererat persaudaraan, memperkuat identitas daerah, dan menjaga nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman.(ar)

Berita Terkait

OKKPD Jambi Surveilans Pangan di Sungai Penuh, Serahkan Sertifikat Prima-3
Malam Pergelaran Seni Budaya di Sungai Penuh Meriah, Wali Kota Alfin Apresiasi Pelestarian Adat
Wako Alfin Terima Silaturahmi Tokoh Adat Enam Luhah, Siap Terima Gelar Adat Kehormatan
LAM-SAK Dorong Pelestarian Budaya Lewat Pengajian Adat Kerinci di Mukai Tinggi
Kecelakaan Beruntun di Jalinsum Solok, Mobil Box Hantam Xenia dan Rumah Warga
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Sumbar, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Purna Paskibraka Kota Padang Resmi Jadi Duta Pancasila
Debarkasi Padang Rampungkan Pemulangan Haji 2026, 5.357 Jemaah Kembali ke Tanah Air
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:49 WIB

OKKPD Jambi Surveilans Pangan di Sungai Penuh, Serahkan Sertifikat Prima-3

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:39 WIB

Balek Kalahek Tempurung Perkuat Identitas Budaya Luhah Rio Mendiho

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:32 WIB

Malam Pergelaran Seni Budaya di Sungai Penuh Meriah, Wali Kota Alfin Apresiasi Pelestarian Adat

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:24 WIB

Wako Alfin Terima Silaturahmi Tokoh Adat Enam Luhah, Siap Terima Gelar Adat Kehormatan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:08 WIB

LAM-SAK Dorong Pelestarian Budaya Lewat Pengajian Adat Kerinci di Mukai Tinggi

Berita Terbaru