Dugaan Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kumun Sungai Penuh dan Kerinci Disorot Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Ada Kerja Sama Oknum Petugas SPBU dengan Pelangsir Solar, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan.( poto :wartakerinci.com)

Diduga Ada Kerja Sama Oknum Petugas SPBU dengan Pelangsir Solar, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan.( poto :wartakerinci.com)

Sungai Penuh, seriusnews.id – Dugaan penyaluran BBM subsidi solar di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kembali memicu perhatian warga. Masyarakat menilai distribusi Bio Solar di SPBU kawasan Kumun tidak berjalan sesuai ketentuan dan rawan penyimpangan di lapangan.

Sopir angkutan sayur, pengemudi truk fuso, hingga warga sekitar menyampaikan keluhan terkait kondisi tersebut. Mereka melihat pola pengisian BBM yang berlangsung berulang dan tidak wajar di lokasi yang sama.

Warga mencatat kendaraan tertentu melakukan pengisian Bio Solar lebih dari satu kali dalam waktu berbeda. Mereka juga melihat kendaraan yang sama kembali antre setelah sebelumnya sudah mengisi BBM subsidi.

Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pola pelangsiran yang berjalan teratur. Sebagian warga juga mengamati kendaraan yang digunakan tampak telah mengalami modifikasi untuk mendukung aktivitas tersebut.

Pengamatan di lapangan membuat warga menilai pengawasan distribusi BBM subsidi masih lemah. Mereka meminta pihak terkait memperketat kontrol agar penyaluran tepat sasaran.

Baca Juga :  Warga Sungai Deras Kerinci Berduka Atas Meninggalnya Pasangan Suami Istri

Dugaan penggunaan QR Code ganda dalam pengisian solar

Sopir dan warga mengungkap dugaan penggunaan beberapa QR Code berbeda saat pengisian Bio Solar. Mereka menilai cara tersebut membuka peluang pengambilan BBM subsidi dalam jumlah lebih besar.

Pelangsir disebut datang berkali-kali dengan memanfaatkan QR yang berbeda meskipun menggunakan kendaraan yang sama. Pola ini menurut warga membuat sistem pembatasan kuota menjadi tidak efektif.

Sejumlah sopir mengaku terdampak langsung karena kesulitan memperoleh solar subsidi. Mereka sering menghadapi antrean panjang dan stok yang cepat habis di SPBU tersebut.

Warga minta aparat selidiki dugaan keterlibatan oknum

Masyarakat menduga aktivitas tersebut tidak berjalan sendiri tanpa adanya pihak internal yang mengetahui situasi di SPBU. Mereka menilai kemungkinan ada oknum yang ikut memfasilitasi proses pengisian berulang tersebut.

Seorang warga menilai pelangsiran sulit terjadi tanpa dukungan dari dalam. Ia juga menduga adanya imbalan dalam setiap transaksi pengisian BBM subsidi.

Baca Juga :  Polresta Padang Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Cafe Damarus

“Kalau tidak ada yang membantu dari dalam, rasanya sulit pelangsir bisa bolak-balik mengisi solar menggunakan QR yang berbeda-beda,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari sopir angkutan barang yang bergantung pada Bio Solar. Mereka menilai ketersediaan BBM subsidi tidak mencukupi kebutuhan operasional harian.

Para sopir meminta distribusi BBM subsidi kembali fokus pada kendaraan yang berhak. Mereka menegaskan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan di lapangan.

Warga kemudian mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka meminta penyelidikan mencakup pelangsir, dugaan oknum, hingga mekanisme distribusi di SPBU Kumun.

Selain itu, warga meminta audit terhadap CCTV, data transaksi pengisian BBM, serta penggunaan QR Code. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk mengungkap pola distribusi yang sebenarnya terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Kumun dan aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(ar)

Berita Terkait

Polda Sumbar Bekuk WNA India Penyelundup Tambang Emas Ilegal
Hasil Operasi Antik Lombok Utara: Polisi Tangkap 14 Tersangka Narkoba dan Pelajar
Polres Pariaman Tangkap Pelaku Begal Dompet di Pauh Timur
Kasus Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing Terungkap
Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, 5 Pengunjung Positif Narkoba
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Emas 70 Mayam di Bungo, Rugikan Korban Rp490 Juta
Polda Sumbar Gagalkan Penyelundupan Puluhan Burung Endemik Mentawai
Bongkar Atap Kafe Nuansa Pasaman Barat, Dua Pemuda Ditangkap Warga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Polda Sumbar Bekuk WNA India Penyelundup Tambang Emas Ilegal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Hasil Operasi Antik Lombok Utara: Polisi Tangkap 14 Tersangka Narkoba dan Pelajar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pelaku Begal Dompet di Pauh Timur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing Terungkap

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, 5 Pengunjung Positif Narkoba

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran melepas langsung keberangkatan logistik pangan tersebut dari Bandara Internasional Minangkabau pada Sabtu, 22 Agustus 2026.(poto : radarsumbar.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kirim Bantuan Rendang Gempa NTT

Senin, 24 Agu 2026 - 05:36 WIB