BEM UBK Demo di Monas: Mahasiswa Siapkan 6 Tuntutan ke Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) sore(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) sore(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Jakarta, seriusnews.id – BEM UBK menggelar aksi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026). Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Bung Karno itu menggerakkan massa ke Jalan Medan Merdeka Selatan untuk menyuarakan enam tuntutan kepada pemerintah.

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, menjelaskan bahwa mahasiswa menyusun seluruh tuntutan melalui kajian internal dan diskusi lintas fakultas. Ia menegaskan mahasiswa menilai kondisi bangsa saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Abdi menyampaikan bahwa mahasiswa bergerak untuk menyuarakan koreksi terhadap sejumlah kebijakan yang mereka anggap perlu dievaluasi. Ia menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kesepakatan bersama antar-BEM di lingkungan kampus UBK.

Enam Tuntutan Mahasiswa UBK

Mahasiswa UBK membawa enam tuntutan utama dalam aksi tersebut. Mereka meminta pemerintah menghentikan sementara sekaligus mengevaluasi program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, mahasiswa menuntut pemerintah meninjau ulang Undang-Undang Kepolisian RI. Mereka juga menolak praktik militerisme dan menegaskan pentingnya supremasi sipil dalam kehidupan demokrasi.

Baca Juga :  Penyusup Demo Mahasiswa di Bundaran HI Ditangkap Bawa Molotov, Polisi Ungkap Motif Awal

Mahasiswa kemudian meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Mereka juga menekankan pentingnya pemenuhan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau.

Tuntutan terakhir menyasar kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mahasiswa menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali karena berdampak langsung pada masyarakat.

Pergerakan Aksi dari Kampus UBK

Abdi menjelaskan bahwa mahasiswa memulai pergerakan dari Kampus UBK di Cikini pada pukul 10.00 WIB. Setelah itu, massa bergerak menuju lokasi aksi pada pukul 10.30 WIB dan mulai menyampaikan orasi pada pukul 11.00 WIB.

Ia memperkirakan sekitar 200 mahasiswa ikut dalam aksi tersebut. Massa berasal dari BEM Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FISIP, serta Fakultas Ilmu Komputer UBK.

Sejumlah BEM dari kampus lain seperti Universitas Pamulang dan Universitas Muhammadiyah Jakarta juga telah berkoordinasi. Namun, panitia masih mencatat kehadiran mereka sebagai kemungkinan.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Garegeh Bukittinggi Mengular hingga Malam

Mahasiswa UBK telah mengirimkan pemberitahuan aksi secara digital kepada Polda Metro Jaya. Mereka mengikuti prosedur tersebut sebelum menggelar aksi di lapangan.

Pihak kepolisian kemudian memberikan imbauan agar massa aksi menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan provokatif. Mahasiswa menegaskan mereka akan mematuhi imbauan tersebut selama aksi berlangsung.

Abdi juga menyatakan bahwa mahasiswa siap menunjukkan bukti komunikasi dengan aparat jika terjadi pengecekan di lapangan. Langkah itu mereka siapkan untuk memastikan transparansi kegiatan.

Mahasiswa UBK berharap pemerintah mengirimkan perwakilan untuk menemui massa aksi di lokasi. Mereka menilai dialog langsung penting untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Aksi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menyuarakan evaluasi kebijakan publik. Isu yang mereka angkat mencakup ekonomi, pendidikan, hingga regulasi kepolisian yang mereka anggap perlu dikaji ulang.

Laporan ini merujuk pada informasi yang disampaikan kepada Kompas.com melalui wawancara dengan pihak BEM UBK.(ar)

Berita Terkait

PT Pertamina Resmi Menurunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Agustus 2026
Kementan Bongkar Sengketa Harga dan Mutu Beras Fortifikasi Stunting
Kemenko Pangan Akselerasi Penataan 13 Ribu Titik SPPG Program Makan Bergizi Gratis
BGN Prioritaskan Dapur Makan Bergizi Gratis di Daerah Stunting
Jembatan Musi V Kantongi Sertifikat Laik Fungsi Kementerian PU
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Emban Tugas Gubernur BI
Jalan Tol Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU Disiapkan
Gubernur Mahyeldi Hadiri Raker APPSI Lombok Barat untuk Sinergi Daerah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

PT Pertamina Resmi Menurunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:27 WIB

Kementan Bongkar Sengketa Harga dan Mutu Beras Fortifikasi Stunting

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

Kemenko Pangan Akselerasi Penataan 13 Ribu Titik SPPG Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:00 WIB

BGN Prioritaskan Dapur Makan Bergizi Gratis di Daerah Stunting

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:00 WIB

Jembatan Musi V Kantongi Sertifikat Laik Fungsi Kementerian PU

Berita Terbaru

RANS FC resmi mengumumkan bahwa Weliansyah jadi asisten pelatih.(poto: radarsumbar.com).

Sport

Weliansyah Resmi Gabung RANS FC Hadapi Musim 2026/2027

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

Suami pukul istri karena menolak berhubungan dengan lelaki lain berujung ditangkap Tim Klewang.(poto: radarsumbar.com)

Kriminal

Suami di Padang Paksa Istri Berhubungan Intim Pria Lain

Sabtu, 1 Agu 2026 - 17:00 WIB