Sumatera Barat, seriusnews.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Barat menggelar agenda Musdalub Demokrat Sumatera Barat pada Jumat (24/7/2026) malam. Forum tingkatan daerah ini menjadi langkah nyata partai dalam mempercepat konsolidasi organisasi menyongsong Pemilu 2029.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi, memimpin langsung jalannya pembukaan Musdalub tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus dan kader harus bergerak cepat memperkuat struktur internal partai.
Mulyadi melihat sebagian besar partai politik nasional sudah memulai langkah pembenahan organisasi secara masif. Kondisi tersebut menuntut Partai Demokrat di Sumatera Barat untuk mengambil tindakan serupa secara tanggap.
“Kita melakukan percepatan dalam rangka mempercepat konsolidasi, karena hampir seluruh partai sudah melakukan konsolidasi. Jangan sampai kita tertinggal dari partai lain,” tegas Mulyadi saat menyampaikan pidato sambutannya.
Ia menyampaikan pesan tegas bahwa Musdalub bukan sebatas rutinitas pergantian jajaran kepengurusan semata. Forum politik ini memegang peran strategis sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi.
Melalui musyawarah luar biasa ini, seluruh kader mendapatkan kesempatan untuk menilai kembali pencapaian dan kekurangan partai. Evaluasi obyektif tersebut menjadi landasan utama dalam menyusun taktik politik masa depan.
“Musyawarah Daerah bukanlah agenda lima tahunan organisasi, tapi adalah ruang kita untuk bercermin,” ujar mantan anggota DPR RI tersebut.
Ia meminta jajarannya mengakui setiap kekurangan dengan kedewasaan sikap dan tetap bersyukur atas pencapaian yang ada. Langkah ini penting agar strategi perjuangan baru dapat berjalan lebih matang dan terarah.
Langkah Nyata Rapat Barisan Demi Merebut Kemenangan
Musdalub kali ini mengusung tema utama “Konsolidasi Demokrat, Rapat Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”. Mulyadi menekankan agar tema besar tersebut mewujud dalam kerja-kerja nyata di lapangan.
Ia meminta seluruh jajaran membuang jauh sekat-sekat pembatas yang berpotensi memecah kesatuan di internal partai. Penyatuan persepsi menjadi syarat mutlak untuk membangun kekuatan mesin politik yang solid.
“Yang harus dibangun adalah satu identitas, satu tujuan, dan satu perjuangan untuk membesarkan Partai Demokrat,” ungkap Mulyadi di hadapan para peserta musyawarah.
Proses pembangunan kekuatan partai harus menyentuh tataran paling bawah atau akar rumput. Pengurus wajib memperkuat kapasitas kader, menata ulang struktur, serta mengintensifkan komunikasi bersama masyarakat luas.
Pendekatan komunikasi yang intensif dengan warga dinilai ampuh dalam mendongkrak tingkat kepercayaan publik. Kehadiran partai di tengah warga menjadi kunci utama dalam memenangkan simpati pemilih.
“Kita hadir bukan sekadar menjadi peserta demokrasi. Kita hadir untuk memenangkan hati rakyat, memenangkan pemilu, serta memenangkan Sumatera Barat dan Indonesia,” tambahnya.
Mulyadi mengingatkan para kader bahwa peta persaingan Pemilu 2029 mendatang akan jauh lebih dinamis. Perubahan perilaku pemilih dan pesatnya arus media sosial menjadi tantangan nyata yang wajib diantisipasi.
Pemisahan jadwal antara pemilu nasional dan pemilu daerah juga menuntut kesiapan strategi yang matang sejak awal. Pengurus partai perlu membaca arah perubahan zaman agar tidak tergilas oleh kompetisi.
Strategi Adaptif Hadapi Perubahan Peta Politik Nasional
Peta kompetisi politik saat ini bergerak sangat terbuka dan kerap memperlihatkan persaingan yang cukup keras. Mulyadi meminta seluruh kader membentengi diri serta waspada terhadap praktik politik tidak etis.
Tantangan kompetisi yang semakin kompleks hanya bisa diatasi melalui mesin organisasi yang benar-benar solid. Kualitas kader serta kecakapan kepemimpinan menjadi benteng utama dalam menjaga integritas partai.
Ia mengartikan konsolidasi sebagai proses menyatukan visi, melangkah bersama, serta membangun keyakinan menuju kemenangan. Kemenangan politik hanya bisa di capai apabila seluruh elemen bergerak kompak tanpa henti.
“Partai yang besar adalah partai yang tetap tenang menghadapi tekanan, tetap kompak menghadapi perbedaan, dan terus bekerja meski jalan menuju kemenangan tidak selalu mudah,” jelasnya.
Pelaksanaan Musdalub ini sekaligus mematangkan proses kaderisasi kepemimpinan di seluruh tingkatan DPD maupun DPC. Langkah ini menjamin ketersediaan figur-figur unggulan yang siap menjawab dinamika zaman.
Mulyadi menutup arahannya dengan menyampaikan kembali pesan strategis Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menginginkan Demokrat tampil sebagai partai modern, inklusif, profesional, serta solutif bagi rakyat.
Konsep partai modern menekankan penggunaan teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan dan menyerap aspirasi publik. Meski modern, partai tetap memegang teguh jati diri serta nilai-nilai dasar perjuangannya.
“Modern bukan berarti meninggalkan nilai. Modern berarti mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” pungkas Mulyadi mengakhiri sambutannya.(ar)









