Siswa Baru Kota Solok Dapat Pembekalan Literasi Digital dan AI Saat MPLS

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskominfo Kota Solok saat memberikan pembekalan kepada siswa baru mengenai literasi digital dan pemanfaatan  Artificial Intelligence (AI).(poto: ANTARA).

Diskominfo Kota Solok saat memberikan pembekalan kepada siswa baru mengenai literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).(poto: ANTARA).

Solok, seriusnews.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solok membekali ratusan siswa baru tingkat SMA dengan kemampuan literasi digital dan AI secara bijak. Program edukasi ini berlangsung di tengah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Langkah nyata tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab di ruang siber.

Pemerintah daerah bergerak cepat mengantisipasi dampak negatif perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Kepala Diskominfo Kota Solok, Nurzal Gustim, menegaskan bahwa kecakapan digital merupakan kompetensi wajib bagi pemuda masa kini. Remaja harus memiliki benteng pertahanan yang kuat agar mampu memilah informasi dengan bijak.

Pihak dinas menginginkan para siswa baru terbiasa menggunakan teknologi secara sehat sejak awal masuk sekolah. Pengenalan dini ini menjadi fondasi penting untuk mencegah penyalahgunaan teknologi di lingkungan pendidikan. Edukasi ini juga sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung transformasi digital yang merata.

Menjaga Kemampuan Berpikir Kritis di Era Kecerdasan Buatan

Teknologi kecerdasan buatan kini hadir menawarkan berbagai kemudahan luar biasa bagi dunia pendidikan. Namun, Nurzal mengingatkan para siswa agar tidak menyerahkan seluruh proses belajar kepada AI. Siswa harus tetap menjaga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kejujuran akademik saat mengerjakan tugas.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Percepat Pembangunan Kampus Universitas Andalas di Sijunjung

Diskominfo meminta pelajar menjadikan AI sebagai alat bantu meningkatkan kualitas diri saja. Jangan sampai teknologi canggih ini justru mengikis kemampuan berpikir alami manusia dan menimbulkan ketergantungan. Pelajar yang hebat adalah mereka yang mampu mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi.

Pemerintah daerah berharap pembekalan ini mampu mewujudkan ekosistem digital yang sehat di Kota Solok. Remaja yang cakap digital akan membawa dampak produktif bagi lingkungan sekolah dan keluarga. Hal ini menjadi modal penting menuju masyarakat Solok yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Strategi Edukasi Serentak Melalui Dua Tim Khusus

Diskominfo Kota Solok menerjunkan dua tim khusus sekaligus secara serentak ke sekolah-sekolah sasaran. Langkah taktis ini memastikan penyampaian materi berlangsung efektif dan menjangkau lebih banyak siswa baru. Ratusan pelajar mengikuti jalannya sosialisasi ini dengan penuh perhatian dan semangat.

Kepala Bidang Tata Kelola E-Government dan Statistik, Adel Wiratama, memimpin langsung rombongan Tim I. Rombongan ini bergerak memberikan materi literasi kepada siswa di SMA Negeri 3 Kota Solok. Materi mengupas tuntas seputar etika bermedia digital hingga pentingnya memproteksi data.

Baca Juga :  Kelebihan Pembayaran TPP Guru SMAN Kota Jambi Capai Rp136,83 Juta

Sementara itu, Kepala Seksi Statistik, Febriana, S.H., memimpin Tim II di lokasi yang berbeda. Tim II menyampaikan materi serupa secara interaktif di hadapan siswa SMA Negeri 4 Kota Solok. Pembagian tim ini sukses menciptakan suasana diskusi kelompok yang sangat kondusif bagi remaja.

Antisipasi Bahaya Hoaks dan Proteksi Data Pribadi

Para narasumber mengulas berbagai aspek krusial secara mendalam selama sesi pemaparan materi. Fokus utama materi meliputi etika bermedia digital dan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Pelajar masa kini sangat rentan menjadi sasaran kejahatan siber akibat kelalaian menjaga privasi.

Selain masalah data, pemateri juga mengajarkan cara mengenali hoaks dan disinformasi secara cepat. Kemampuan tersebut sangat penting agar siswa tidak mudah membagikan berita bohong yang menyesatkan. Internet harus beralih fungsi menjadi sarana belajar dan pengembangan diri yang optimal.

Para siswa baru menunjukkan antusiasme yang luar biasa sepanjang kegiatan interaktif ini berlangsung. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan sehari-hari. Remaja juga antusias berdiskusi mengenai metode konkret menjaga keamanan data pribadi dari ancaman luar.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Penguatan Kompetensi dan Perlindungan Profesi Guru di Sumbar
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Kota Padang
Lemhannas Goes to Campus Unand Perkuat Kesadaran Geopolitik Generasi Muda
Kisah Sahal Maghfud Lulusan Sistem Informasi UNJA Raih Cumlaude 3,98
MAN 1 Bukittinggi Wakili Sumbar di LKBB PB MPR RI 2026
Pemko Padang Gandeng Kampus Internasional Cetak SDM Berdaya Saing Global
Pemprov Jambi Resmi Terapkan Pembelajaran Daring Seluruh Sekolah
Universitas Andalas Perkuat Layanan Kependidikan Melalui Orientasi CPT 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:42 WIB

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Penguatan Kompetensi dan Perlindungan Profesi Guru di Sumbar

Sabtu, 5 September 2026 - 18:37 WIB

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Kota Padang

Kamis, 3 September 2026 - 15:20 WIB

Lemhannas Goes to Campus Unand Perkuat Kesadaran Geopolitik Generasi Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Kisah Sahal Maghfud Lulusan Sistem Informasi UNJA Raih Cumlaude 3,98

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:24 WIB

MAN 1 Bukittinggi Wakili Sumbar di LKBB PB MPR RI 2026

Berita Terbaru