Pariaman, seriusnews.id – Kunjungan wisatawan Pulau Angso Duo di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini terjadi setelah dermaga apung yang menjadi fasilitas utama penyeberangan rusak berat akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengonfirmasi penurunan signifikan angka wisatawan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kapal wisata kini kesulitan menyandarkan armada akibat tiadanya dermaga yang memadai.
Sebelum fasilitas tersebut rusak, angka kunjungan wisatawan ke destinasi wisata bahari ini selalu melonjak setiap akhir pekan. Pengunjung harian rutin menyentuh angka 500 orang dan kerap menembus 1.000 orang pada momen libur tertentu.
Pendapatan Daerah Dan UMKM Menurun Drastis
Kerusakan dermaga ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat serta penerimaan sektor pariwisata daerah. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di area pulau merasakan penurunan omzet secara mendadak.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata Pulau Angso Duo juga merosot tajam. Sebelum bencana, penerimaan retribusi mencapai Rp7,5 juta per akhir pekan dan sanggup menyentuh Rp15 juta pada momen puncak harian.
Saat ini, perolehan retribusi akhir pekan anjlok hingga berkisar Rp150 ribu saja. Bahkan, lokasi wisata sempat tidak mencatat kunjungan sama sekali pada pekan sebelumnya akibat cuaca buruk.
Pemko Pariaman Harapkan Bantuan Perbaikan Segera
Kerusakan infrastruktur ini turut menyulitkan petugas dalam mengawasi pergerakan penumpang dan memungut retribusi. Kapal penyebarangan terpaksa menurunkan penumpang di pelbagai titik pantai secara tersebar.
Pemerintah Kota Pariaman sebenarnya telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan ke pemerintah pusat sebelum bencana terjadi. Namun, cuaca ekstrem akhir November 2025 mendahului proses tersebut dan memperparah kerusakan dermaga beserta fasilitas lain seperti atap musala.
Pemerintah daerah berharap perbaikan dermaga apung dapat terealisasi dalam waktu dekat. Pemulihan fasilitas publik ini sangat krusial demi membangkitkan kembali arus wisatawan serta memulihkan roda perekonomian warga lokal.(ar)









