Padang, seriusnews.id – Industri mode Tanah Air kembali menyaksikan kejayaan warisan budaya lokal di panggung megah Padang Fashion Summit 2026. Oleh karena itu, para perancang busana mengolah songket, sulaman, tenun, serta kriya khas Sumatera Barat menjadi busana modern yang memikat.
Ajang bergengsi ini menjadi langkah strategis untuk membawa karya perajin lokal menembus pasar internasional. Pihak penyelenggara menggelar acara tersebut di Hotel The ZHM Premier Padang pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Selain itu, kegiatan unik ini menjadi bagian utama dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Lebih lanjut, panitia mengusung tema besar Manaruko Rupo: From Minangkabau Heritage to Global Elegance pada perhelatan tahun ini.
Istilah Manaruko dalam bahasa Minangkabau berarti merintis atau membuka jalan baru bagi pengembangan karya. Sementara itu, kata rupo bermakna bentuk atau wujud nyata dari sebuah hasil kreativitas.
Filosofi Manaruko Rupo Merintis Jalan Baru Fesyen Minang
Filosofi tersebut menegaskan bahwa tradisi leluhur harus terus berkembang menyesuaikan tuntutan zaman. Dengan demikian, para desainer mempertahankan identitas asli Minangkabau tanpa membiarkan tradisi berhenti pada bentuk lama.
Kemudian, semangat pembaruan menyelimuti seluruh panggung peragaan busana sepanjang acara berlangsung. Desainer menjadikan motif kearifan lokal sebagai sumber inspirasi utama dalam merancang busana kontemporer.
Oleh sebab itu, pesan untuk menggali warisan budaya sukses memicu semangat para perancang dalam berinovasi. Selanjutnya, mereka mengubah hasil karya perajin daerah menjadi produk bernilai jual tinggi di pasar internasional.
Bahkan, delapan desainer papan atas asal Indonesia dan Australia menampilkan karya terbaik mereka di panggung utama. Perancang lokal Kota Padang menghadirkan koleksi anggun yang memadukan corak tradisional dan gaya modern.
Kolaborasi Desainer Nusantara Dan Australia Di Panggung Mode
Deretan desainer Indonesia yang tampil meliputi de Irma, Mira Muraza Songket, serta Andine x Karhizka. Di samping itu, koleksi elegan dari Sisterly by Sherlysalanda, R. Raflen, dan Adhe Suhanda turut memukau penonton.
Sementara itu, desainer asal Australia, Jade Kwan serta Bella Farid by Nornabilah Zulkipli, membawa sentuhan internasional. Akibatnya, kehadiran perancang mancanegara ini membuktikan bahwa jalan menuju pasar global kini terbuka lebar.
Pada akhirnya, Padang Fashion Summit 2026 berhasil membangun ekosistem kreatif yang menghubungkan tradisi lokal dengan dunia. Sebab, setiap helai kain yang tampil di atas panggung membawa cerita sejarah dan kerja keras perajin.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri langsung perhelatan mode yang megah tersebut. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan seluruh potensi ekonomi kreatif daerah.
Sinergi Sektor Budaya Dan Ekonomi Kreatif Kota Padang
Maigus Nasir menyebut sinergi antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif sangat krusial bagi Kota Padang. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus merangkai keunikan seni, fesyen, serta kuliner menjadi daya tarik wisata utuh.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Kota Padang sebagai pusat gastronomi dan kebudayaan dunia. Pasalnya, konsep gastronomi sendiri mencakup sejarah, tradisi, serta identitas sosial masyarakat setempat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang berharap perhelatan Hari Jadi Kota memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Hasilnya, ajang peragaan busana ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, karya desainer lokal semakin dikenal dan wisatawan mendapatkan pengalaman budaya yang berkesan. Singkatnya, seluruh rangkaian acara menegaskan posisi Padang sebagai kota kreatif berkelas dunia.(ar)









