Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Lomba Khotbah Jumat Padang di Masjid Istighfar Parak Gadang. Pengurus Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda menyelenggarakan kegiatan keagamaan ini untuk membina generasi muda.
Mahyeldi mendorong pengurus lembaga keagamaan tersebut agar terus mencetak calon katib dan muazin masa depan. Langkah nyata ini menjadi jawaban langsung atas kebutuhan penceramah muda di tengah masyarakat Sumatera Barat.
Upaya Menjawab Kekurangan Penceramah Dan Khatib Muda Padang
Perlombaan keagamaan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang ini menyedot perhatian dari puluhan sekolah. Sebanyak 55 tim pelajar berpartisipasi meramaikan kompetisi dalam suasana ukhuwah Islamiah yang sangat kental.
Mahyeldi menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif pengurus masjid yang memfasilitasi minat dakwah pelajar. Wadah ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengasah keberanian berbicara di depan publik.
Ia menilai khotbah Jumat memegang peranan sangat vital sebagai sarana edukasi moral masyarakat. Oleh karena itu, Sumatera Barat memerlukan regenerasi khatib secara berkelanjutan dari kalangan pelajar.
Mahyeldi menekankan pentingnya melahirkan sosok khatib muda yang memiliki wawasan keagamaan sangat luas. Khatib muda harus mampu menyampaikan pesan dakwah secara sejuk dan mudah diterima semua kalangan.
Pesan dakwah yang damai akan membawa kemajuan positif bagi kehidupan masyarakat di Ranah Minang. Kehadiran penceramah muda yang santun juga mencegah potensi perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sinergi Bersama Pembinaan Generasi Muda Di Sumatera Barat
Mahyeldi menegaskan bahwa tanggung jawab membina generasi muda tidak berada di tangan pemerintah semata. Pengurus masjid, musala, Kementerian Agama, sekolah, dan orang tua harus saling bergandengan tangan.
Sinergi yang kuat antarlembaga akan membekali para remaja dengan pemahaman agama yang sangat kokoh. Bekal spiritual ini membentengi para siswa dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin cepat.
Kepada para peserta, Gubernur berpesan agar meluruskan niat utama dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. Pelajar tidak boleh menjadikan piala atau gelar juara sebagai satu-satunya target pencapaian.
Para siswa perlu memanfaatkan ajang ini sebagai sarana belajar mengasah rasa percaya diri. Kompetisi ini menjadi tempat terbaik untuk melatih kemampuan menyampaikan berbagai pesan kebaikan.
Niat yang tulus karena Allah SWT akan memancarkan penampilan terbaik dari setiap peserta. Penampilan tersebut menjadi wujud nyata bakti serta upaya memperkuat syiar agama Islam di Padang.
Melahirkan Muazin Ikhlas Dengan Lantunan Suara Menggetarkan Hati
Selain lomba khotbah, Mahyeldi juga memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan lomba mengumandangkan azan. Kegiatan ini bertujuan mencetak muazin muda yang memiliki keikhlasan tinggi saat memanggil umat beribadah.
Muazin tidak hanya dituntut memiliki kualitas vokal yang merdu dan teknik lagu yang baik. Keikhlasan muazin dalam melantunkan azan akan menggetarkan hati masyarakat untuk segera mendatangi rumah Allah.
Mahyeldi membuka acara secara resmi dengan mengumandangkan bacaan Bismillah bersama seluruh hadirin yang hadir. Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana serta seluruh pihak yang mendukung acara.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap kegiatan pembinaan seperti ini tidak berhenti pada ajang kompetisi. Program pelatihan dakwah harus berjalan secara berkelanjutan untuk menjaga syiar Islam di Sumatera Barat.(ar)









