Sungai Penuh, seriusnews.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh pada Kamis (1/10). Selain itu, ratusan aparatur sipil dan tamu undangan memadati area lapangan sejak pagi hari demi mengikuti seluruh tahapan agenda resmi kenegaraan.
Oleh karena itu, suasana lapangan berlangsung sangat khidmat dan hening sepanjang prosesi pengibaran bendera merah putih berlangsung. Sementara itu, seluruh peserta upacara menunjukkan sikap tegak sempurna demi menghormati lambang kedaulatan negara Republik Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bertindak langsung memimpin jalannya upacara kenegaraan tersebut selaku Inspektur Upacara. Di samping itu, orang nomor satu di jajaran Pemkot Sungai Penuh tersebut memantau kedisiplinan seluruh barisan peserta dari atas mimbar utama.
Selanjutnya, sejumlah pejabat teras pemerintah daerah ikut mendampingi wali kota di panggung utama kehormatan. Sebagai contoh, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah beserta jajaran pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh hadir menempati kursi undangan protokoler.
Tidak hanya itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memperkuat barisan tamu kehormatan di lokasi upacara. Bersamaan dengan itu, para pimpinan instansi vertikal duduk berdampingan demi menyaksikan kekhidmatan jalannya peringatan bersejarah ini.
Bahkan, barisan pasukan upacara melibatkan perwakilan lintas instansi pertahanan serta aparatur sipil daerah secara terpadu. Pada saat yang sama, jajaran personel TNI dan jajaran Polri berdiri tegak bersama ratusan aparatur sipil negara dari berbagai dinas teknis.
Di sisi lain, puluhan pelajar sekolah menengah ikut melengkapi barisan upacara dengan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing sekolah. Meskipun cuaca pagi terasa semakin terik, generasi penerus Kota Sungai Penuh tersebut tetap mempertahankan barisan dengan penuh kedisiplinan.
Makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan
Oleh sebab itu, Pemkot Sungai Penuh menjadikan momentum tahunan ini sebagai wahana pengingat posisi fundamental ideologi bangsa. Sebab, seluruh elemen daerah menyadari pentingnya kedudukan Pancasila sebagai landasan hidup bermasyarakat serta pilar tata negara Indonesia.
Melalui momentum tersebut, para peserta mengingat kembali peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 yang pernah menguji keutuhan bangsa. Meskipun menghadapi ujian sejarah yang berat, ideologi negara berhasil membuktikan keteguhan nilainya dari ancaman perpecahan.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia serentak memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada setiap tanggal 1 Oktober. Maka dari itu, upacara ini menjadi ruang penghormatan khusus bagi para pahlawan revolusi yang telah gugur demi menjaga keutuhan bangsa.
Selain mengenang sejarah perjuangan, kegiatan ini sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antarelemen masyarakat di tingkat lokal. Dengan demikian, warga Sungai Penuh dapat membentengi kerukunan daerah dari bahaya konflik horizontal dan perpecahan sosial.
Di samping hal tersebut, pelaksanaan upacara juga menumbuhkan semangat integritas bagi para aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Karena alasan itulah, pimpinan daerah mengajak seluruh birokrasi bekerja keras dengan memegang teguh pedoman moral kebangsaan.
Kemudian, semangat kebersamaan antara pemimpin dan warga kian tampak nyata menjelang penutupan rangkaian upacara resmi. Sebagai hasilnya, para pejabat daerah langsung berbaur serta menyapa para peserta sebelum meninggalkan lapangan upacara.
Semangat Persatuan Warga Menuju Masa Depan Bangsa
Terkait dengan agenda nasional, panitia menetapkan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” pada tahun ini. Ternyata, pesan tema tersebut memuat peta jalan strategis bagi pembangunan manusia Indonesia yang berdaulat dan berkarakter kuat.
Oleh karena tujuan luhur itu, jajaran pemerintah daerah menyerap pesan tema nasional untuk menyusun langkah nyata pelayanan masyarakat. Alhasil, Pemkot Sungai Penuh berupaya mewujudkan tata kelola birokrasi yang berpihak penuh pada pemerataan keadilan sosial.
Di sisi lain, nilai-nilai luhur yang termaktub di dalam lima sila menuntun sikap hidup harian warga kota. Sebagai dampaknya, sikap toleransi yang kuat berhasil meredam potensi gesekan di tengah keberagaman latar belakang suku, agama, dan budaya.
Selaras dengan hal itu, pihak eksekutif selalu mengutamakan asas musyawarah mufakat demi mencari solusi terbaik atas tantangan pembangunan wilayah. Maka, setiap arah kebijakan pembangunan daerah bermuara pada peningkatan kualitas hidup seluruh warga Sungai Penuh secara merata.
Selain itu, pemerintah kota menaruh harapan besar agar nilai kebangsaan ini senantiasa mengakar di benak generasi muda. Sebab, para pelajar yang hadir di lapangan bertindak sebagai agen penerus cita-cita perjuangan para pendiri bangsa.
Pada akhirnya, kesadaran persatuan dan kesatuan nasional menjadi modal dasar yang kokoh dalam menjaga ketenteraman wilayah Kota Sungai Penuh. Oleh sebab itu, seluruh komponen daerah bersepakat merawat stabilitas wilayah demi mengantarkan bangsa menuju gerbang kemakmuran bersama.(ar)









