Harimau Sumatra di Agam Diduga Induk dan Anak, BKSDA Tingkatkan Patroli dan Imbauan Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BKSDA meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan kebun.( poto : ANTARA )

BKSDA meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan kebun.( poto : ANTARA )

Agam, seriusnews.id – Harimau Sumatra di Agam yang muncul di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, diduga merupakan induk dan anak.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menyampaikan dugaan tersebut setelah tim melakukan identifikasi lapangan bersama patroli anak nagari (Pagari) dan pemerintah nagari.

Kemunculan dua individu harimau itu bermula saat seorang warga yang hendak menuju kebun melihat langsung satwa tersebut pada Senin (15/6/2026) pagi. Setelah menerima laporan, petugas segera turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi lapangan.

Jejak Kaki Menguatkan Dugaan Induk dan Anak

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan tim menemukan dua ukuran jejak kaki di lahan perkebunan milik warga.

Tim mencatat ukuran jejak sekitar 10 sentimeter dan enam sentimeter. Perbedaan ukuran itu menguatkan dugaan bahwa dua harimau yang muncul merupakan induk dan anak.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Ajak Alumni IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Berkontribusi Nyata

Petugas menelusuri area sekitar untuk memastikan keberadaan satwa dan memetakan pergerakannya. Tim juga mengumpulkan informasi dari masyarakat setempat.

Saat menyisir lokasi, petugas menemukan bangkai babi hutan di sekitar area kebun. Kondisi bangkai menunjukkan satwa tersebut kemungkinan sudah mati sekitar dua hari.

BKSDA menduga harimau keluar untuk mencari mangsa berupa babi hutan. Dugaan itu muncul karena lokasi bangkai berada dekat dengan jejak kaki yang ditemukan tim.

Temuan tersebut membantu petugas memahami aktivitas satwa dan kondisi lingkungan sekitar.

BKSDA Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BKSDA meminta masyarakat tidak pergi sendirian ke kebun selama pemantauan berlangsung. Petugas juga menyarankan warga beraktivitas pada pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Selain itu, BKSDA mengimbau warga mengandangkan ternak untuk mengurangi risiko pertemuan dengan satwa liar. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan masyarakat sekaligus menghindari gangguan terhadap satwa.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Tuntaskan Penutupan 35 Perlintasan Liar Demi Keselamatan Kereta Api

Sebelumnya, pemerintah nagari dan Polsek Palupuh melaporkan pertemuan warga bernama Mizwar (52) dengan dua individu Harimau Sumatra kepada BKSDA Sumbar.

Begitu menerima laporan, BKSDA mengerahkan petugas bersama Tim Pagar ke lokasi. Tim mewawancarai saksi mata, mencari jejak kaki, menelusuri bekas cakaran dan kotoran, serta mengidentifikasi faktor yang memicu kemunculan satwa.

Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar kawasan yang berdekatan dengan aktivitas warga.

BKSDA terus menjalankan patroli di lokasi kemunculan satwa dan wilayah sekitar permukiman. Petugas menjaga pengawasan pada siang hingga malam hari.

Tim memantau perkembangan kondisi lapangan untuk menentukan langkah berikutnya. Ade Putra menyebut BKSDA tetap membuka opsi evakuasi jika kondisi di lapangan memerlukan tindakan tersebut.(ar)

Berita Terkait

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang
Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner
Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai
Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang
Padang Rancak Award 2026 Sesi Kedua Hadirkan Puluhan Inovasi Unik Warga
Keturunan Pendiri PT Semen Padang Asal Belanda Lakukan Napak Tilas Sejarah
BPBD Padang dan Bank Nagari Bagikan 5.000 Masker Gratis
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:10 WIB

Warga Terjebak di Sungai Lubuak Jambak Padang Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Minggu, 20 September 2026 - 21:05 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terseret Arus, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 20:23 WIB

Langkah Strategis Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kota Tua untuk Wisata Sejarah dan Kuliner

Jumat, 18 September 2026 - 13:16 WIB

Gubernur Sumbar Tinjau Flyover Sitinjau Lauik Pembangunan Fisik Dimulai

Jumat, 18 September 2026 - 13:06 WIB

Satgas PRR dan Pemko Padang Pantau Pembangunan Huntap Balai Gadang

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan sarana penangkapan ikan kepada kelompok nelayan terdampak bencana di Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (19/9/2026).(poto: radarsumbar.com).

Ekonomi

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:00 WIB