Solusi Sampah dan Banjir, Warga Koto Tangah Padang Ciptakan Solar Biodigester

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abu Hanif Devila, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menciptakan inovasi Solar Biodigester.(poto: padangkita.com).

Abu Hanif Devila, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menciptakan inovasi Solar Biodigester.(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Warga RT 03 RW 23 Perumahan Abu Hanif Devila, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menciptakan inovasi Solar Biodigester Padang untuk menjawab persoalan penumpukan sampah organik serta berkurangnya daerah resapan air. Pengurus RT bersama warga mengoperasikan alat multifungsi ini langsung di pekarangan rumah guna menampung dan mengolah sisa makanan saban hari.

Tim Juri Padang Rancak Award (PRA) 2026 sesi kedua menemukan karya ramah lingkungan ini saat menggelar penilaian lapangan di kawasan permukiman tersebut. Alat sederhana ini tidak sekadar menampung sisa limbah dapur, melainkan juga berfungsi menyerupai lubang biopori dan media budi daya maggot.

Inovasi Warga Koto Tangah Efektif Atasi Masalah Sampah

Sistem kerja alat ini sangat adaptif karena warga menanam sebagian wadahnya ke dalam tanah. Mikroorganisme tanah dan organisme pengurai langsung memproses sisa makanan yang masuk sehingga proses dekomposisi berjalan jauh lebih cepat.

Pendekatan ekologis ini menjadi solusi krusial bagi kawasan permukiman padat penduduk yang rentan menghadapi masalah bau busuk dan risiko penyebaran penyakit. Pengolahan limbah organik dari sumbernya secara otomatis memangkas volume sampah yang terbuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Juga :  Kesiapan MTQ Nasional ke-42 Padang Terus Dimatangkan Menjelang Pembukaan

Juri PRA 2026, Syaifuddin Islami, memberikan apresiasi tinggi sewaktu meninjau penggunaan perangkat tersebut di pemukiman warga. Ia menilai teknologi sederhana ini sangat cocok untuk kawasan Koto Tangah yang kerap mengalami genangan air saat musim hujan.

“Solar Biodigester tidak hanya bermanfaat untuk mengamankan sampah organik dari rumah tangga. Sistem ini juga dapat berfungsi seperti biopori, membantu air masuk ke dalam tanah, sekaligus memperbaiki kesuburan tanah melalui proses penguraian bahan organik,” kata Syaifuddin di sela-sela penilaian.

Manfaat Terintegrasi Solar Biodigester Bagi Lingkungan Perkotaan Padang

Syaifuddin menekankan bahwa pengelolaan sampah, konservasi air, dan penghijauan idealnya terangkai dalam satu sistem ekologis yang saling menopang. Keberadaan area resapan buatan ini membantu meningkatkan kapasitas infiltrasi air hujan ke dalam tanah secara signifikan.

Baca Juga :  Korea Selatan Jajaki Pemanfaatan Gas Metan TPA Aia Dingin Padang untuk Listrik

Perangkat ini juga menggeser pola lama kumpul-angkut-buang menuju pengurangan sampah langsung dari dapur warga. Sisa makanan tidak lagi menumpuk di bak sampah luar rumah, melainkan langsung terurai di pekarangan.

Alat unik ini setidaknya memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai komposter alami, media resapan air, dan wadah budi daya maggot yang bernilai ekonomis. Aktivitas organisme di dalam alat ini sekaligus mengembalikan kesuburan tanah di area sekitarnya.

Keberhasilan inovasi ini membuktikan bahwa mitigasi lingkungan tidak selalu membutuhkan pembangunan infrastruktur berskala besar. Perubahan pola pikir warga dalam memilah sampah organik dan anorganik dari dapur menjadi kunci utama keberlanjutan sistem ini.

Penemuan di Koto Tangah ini mempertegas indikator utama ajang Padang Rancak Award 2026. Lingkungan yang rancak tidak hanya terlihat dari selokan yang bersih, melainkan dari tingkat kesadaran warga dalam menjaga keseimbangan alam.(ar)

Berita Terkait

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta
Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026
Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP
7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam
Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif
Asus Rilis Laptop AI ProArt P16 dan P14 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Tawarkan Spek Studio Portabel
Perbedaan Gemini dan ChatGPT yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Kebijakan Rendah Karbon dan Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Uji Kamera 200 MP Samsung S26 Ultra di Pestapora 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Beda Baterai Silicon Carbon dan Baterai Biasa HP

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:41 WIB

7 Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-Diam Saat Kondisi Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Gubernur Sumbar Ajak UMKM Melek Digital Lewat Konten Kreatif

Berita Terbaru