Limapuluh Kota, seriusnews.id – Kecelakaan Toyota Hiace terjadi di Jorong Air Putih, Kenagarian Lubuk Bangku, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.
Insiden yang melibatkan minibus Toyota Hiace dan truk tronton boks itu menewaskan satu penumpang serta menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka ringan.
Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota Iptu Zarwiko Irzal menjelaskan peristiwa bermula saat Toyota Hiace yang dikemudikan Riki Syahputra melaju dari arah Payakumbuh menuju Pekanbaru.
Saat memasuki lokasi kejadian, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Dalam perjalanan tersebut, ban belakang sebelah kanan Toyota Hiace pecah.
Ban Pecah Membuat Hiace Keluar Jalur
Pecahnya ban membuat pengemudi kehilangan kendali. Toyota Hiace bergerak ke sisi kanan jalan lalu masuk ke lajur dari arah berlawanan.
Pada saat bersamaan, truk tronton boks yang dikemudikan Sasra Mulyadi melintas dari arah berlawanan.
Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat kedua pengemudi tidak memiliki cukup ruang untuk menghindar. Benturan pun terjadi pada bagian kanan belakang Toyota Hiace.
Warga di sekitar lokasi segera mendatangi titik kecelakaan setelah mendengar suara benturan. Petugas kemudian datang dan menangani proses evakuasi.
Petugas mengevakuasi seluruh penumpang dan pengemudi menuju RSUD Adnaan WD Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Dalam kejadian tersebut, Agustiar (28), penumpang Toyota Hiace asal Lubuk Buaya, Kota Padang, meninggal dunia akibat luka berat.
Korban mengalami cedera di bagian kepala dan patah tulang pada tangan kanan. Tim medis melakukan pemeriksaan sebelum memastikan korban meninggal dunia.
Dua penumpang lain mengalami luka ringan. Tenaga kesehatan memberikan perawatan lanjutan kepada keduanya.
Kecelakaan itu juga merusak kedua kendaraan, terutama pada bagian kanan.
Petugas kepolisian menangani kejadian sekaligus mengumpulkan data di lokasi. Temuan awal menunjukkan pecah ban memicu Toyota Hiace keluar jalur hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jarak jauh, terutama untuk kendaraan angkutan yang menempuh rute antarkota.(ar)









