Pariaman, Seriusnews.id – Pemerintah Kota Pariaman resmi menetapkan jadwal pelaksanaan MTQ XIX Kota Pariaman selama tiga hari mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026. Agenda keagamaan tingkat kota yang sempat vakum cukup lama ini memulai acara pembukaan resmi pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman, Elfis Candra, mengumumkan kepastian jadwal tersebut saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Pariaman, Kamis (15/10/2026). Rapat koordinasi teknis tersebut turut menghadirkan Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Setdako Pariaman Muharman serta jajaran perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman.
Pertemuan lintas sektor ini memegang peranan krusial guna mengawal seluruh tahapan acara berjalan presisi tanpa kendala teknis di lapangan. Panitia pelaksana mengawasi ketat kesiapan teknis mulai dari seremoni pembukaan, perhelatan aneka lomba cabang tilawah, hingga penutupan resmi.
Elfis Candra menginstruksikan seluruh panitia pelaksana bekerja cermat serta menuntaskan seluruh detail persiapan sedini mungkin demi keamanan bersama. Pihaknya menegaskan bahwa setiap penanggung jawab bidang wajib memahami peran masing-masing agar perhelatan syiar akbar ini berlangsung tertib.
Ajang religi dua tahunan ini membawa misi sosial keagamaan yang jauh melampaui panggung kompetisi membaca ayat suci semata. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk mempererat ikatan silaturahmi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda pada kandungan Al-Qur’an.
Langkah strategis ini mencerminkan komitmen penuh jajaran pemerintah kota dalam menyukseskan program unggulan RISALAH, yakni Beriman, Saleh, dan Berakhlak. Spirit program RISALAH menjadi landasan utama bagi seluruh perangkat daerah dalam menghidupkan kembali denyut keislaman di bumi Tabuik.
Kesiapan Matang Panitia Menjamin Kelancaran Pelaksanaan Syiar Islam
Elfis meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan pemangku kepentingan segera menuntaskan kesiapan sarana prasarana penunjang kegiatan di lapangan. Tim gabungan langsung mengoordinasikan penanganan kebersihan lokasi, penyiagaan posko kesehatan terpadu, hingga rekayasa keamanan lingkungan sekitar tempat perlombaan.
Panitia juga memprioritaskan pemenuhan fasilitas dasar kafilah serta menggencarkan publikasi media agar gaung acara menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dukungan fasilitas yang lengkap membuat kafilah, pelatih, pendamping, hingga dewan hakim dapat fokus menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Pemerintah kota menaruh harapan tinggi agar perhelatan akbar ini tidak sekadar menghasilkan kemeriahan panggung seremonial belaka. Kerja keras panitia pelaksana diharapkan mampu mengantarkan para kafilah terbaik mengukir prestasi gemilang sebagai juara sejati.
Sinergi solid antarpihak menjadi kunci penentu suksesnya penyelenggaraan acara syiar Al-Qur’an terbesar di tingkat kota tersebut. Seluruh jajaran aparatur sipil negara dan warga kota kini saling bahu-membahu menyambut kedatangan para qari dan qariah terbaik.
Tujuh Lokasi Strategis Menampung Seluruh Cabang Perlombaan
Panitia menyebarkan lokasi perlombaan ke tujuh titik strategis untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para peserta dan pengunjung. Kompleks Balai Kota Pariaman menjadi arena utama bagi para peserta Cabang Tilawah Qur’an Dewasa.
Sementara itu, panitia menyulap area Aula Balai Kota Pariaman menjadi panggung lomba Cabang Tilawah Qur’an kategori Anak-anak dan Remaja. Pihak sekolah SMKN 2 Pariaman turut berpartisipasi dengan menyiapkan ruangan khusus guna menggelar Cabang MFQ serta KTIQ.
Pengurus Masjid Anur Zainul menyambut para peserta dengan membuka pintu masjid sebagai arena persaingan Cabang Tartil Qur’an. Pada titik berbeda, para peserta Cabang Tahfiz Qur’an menunjukkan kemampuan hafalan terbaik mereka di dalam Masjid Taqwa Taratak.
Masjid Istiqomah Adam Sorin memegang mandat penting untuk menyelenggarakan tiga cabang kompetisi bernuansa dakwah secara terpadu. Pengurus masjid memfasilitasi jalannya perlombaan Cabang Khotbah Jum’at, lantunan Cabang Azan, serta kepiawaian peserta Cabang Syarhil Qur’an.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman mengalokasikan Panggung Seni Pantai Kata sebagai arena pementasan Cabang Bintang Qasidah. Kehadiran cabang seni musik Islami di tepi pantai ini melengkapi kemeriahan perhelatan religi akbar tingkat Kota Pariaman.(ar)









