Kota Pariaman, seriysnews.id – Wali Kota Pariaman apresiasi OLC melalui pertunjukan musik Katumbak dan pembagian 300 porsi teh talua gratis di Lapau OS, kawasan Stasiun Kereta Api Pariaman, Pasar Pariaman, Jumat (26/6/2026) malam.
Kegiatan itu menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam memeriahkan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 sekaligus menguatkan pelestarian budaya daerah.
Yota Balad menilai Ota Lapau Club (OLC) berhasil menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap seni tradisional. Menurutnya, komunitas memiliki peran penting untuk menjaga budaya Pariaman tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
OLC Hidupkan Musik Katumbak Lewat Aksi Nyata Masyarakat Pariaman
Yota Balad memberikan apresiasi kepada OLC yang dipimpin Alwis Ilyas karena menghadirkan pertunjukan musik Katumbak untuk masyarakat. OLC juga membagikan 300 porsi teh talua gratis sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mempererat kebersamaan.
Menurut Yota, komunitas seperti OLC mampu menggerakkan masyarakat untuk menjaga seni tradisional. Karena itu, Pemerintah Kota Pariaman mendukung setiap kegiatan yang lahir dari kepedulian masyarakat terhadap budaya.
“Kami sangat mengapresiasi OLC atas inisiatifnya melestarikan seni musik Katumbak. Kesenian tradisional seperti ini sangat penting dijaga agar tidak tergerus arus globalisasi,” katanya.
Pertunjukan berlangsung di kawasan Stasiun Kereta Api Pariaman. Ratusan warga memadati lokasi untuk menikmati musik Katumbak dan teh talua yang panitia sediakan.
Musik Katumbak Perkuat Identitas Budaya Kota Pariaman Bersama Masyarakat
Yota menjelaskan musik Katumbak merupakan salah satu kesenian khas Pariaman yang telah berstatus Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Status tersebut mendorong pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga keberlanjutannya.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya mempertahankan sebuah pertunjukan seni ketika melestarikan Katumbak. Mereka juga memperkuat identitas budaya sekaligus membangun solidaritas di tengah kehidupan sosial.
Pemerintah Kota Pariaman menyambut positif kegiatan OLC. Pemerintah juga berharap komunitas lain ikut menghadirkan kegiatan serupa agar budaya lokal semakin berkembang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya yang menjadi identitas masyarakat Pariaman tetap terpelihara sekaligus mendukung Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya.
Kolaborasi Komunitas Perkuat Promosi Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2026
Pertunjukan musik Katumbak ikut mendukung promosi Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang mencapai puncaknya pada Minggu (28/6/2026). OLC membuktikan bahwa komunitas dapat mengambil peran penting dalam menyukseskan agenda budaya daerah.
Yota menilai kolaborasi masyarakat menjadi modal utama untuk memajukan Kota Pariaman. Ia menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam setiap program pembangunan.
“Kami tidak bisa membangun Kota Pariaman sendirian. Dukungan masyarakat seperti yang ditunjukkan OLC menjadi contoh semangat kebersamaan untuk terus memajukan Pariaman,” tuturnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman Elfis Candra turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua OLC Alwis Ilyas beserta anggota, Kelompok Musik Katumbak Saiyo, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.
Warga menikmati pertunjukan musik Katumbak sejak awal hingga akhir acara. Mereka juga menikmati 300 porsi teh talua gratis yang panitia bagikan selama kegiatan berlangsung.(ar)









