Jakarta, seriusnews.id – Wali Kota Pariaman Yota Balad menemui Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, di Jakarta baru-baru ini. Pertemuan strategis ini bertujuan membahas berbagai persoalan krusial terkait pengelolaan tenaga pendidik.
Pemerintah Kota Pariaman membawa aspirasi langsung ke pemerintah pusat demi memperjuangkan kebutuhan pendidikan di daerah. Langkah ini sangat penting untuk memastikan peningkatan kualitas layanan pendidikan berjalan maksimal.
Pemko Pariaman Perjuangkan Solusi Kekurangan Guru Daerah
Yota Balad memaparkan kondisi nyata mengenai kekurangan guru yang melanda berbagai sekolah saat ini. Kondisi tersebut semakin sulit karena aturan pusat melarang pemerintah daerah mengangkat guru honorer baru.
Di sisi lain, mekanisme rekrutmen Aparatur Sipil Negara belum mampu mencukupi kuota kebutuhan sekolah. Keterbatasan ruang gerak regulasi ini menghambat pemenuhan tenaga pendidik di lapangan secara cepat.
Pemerintah daerah berharap kementerian terkait segera melahirkan regulasi baru yang berpihak pada kebutuhan wilayah. Kebijakan yang tepat menggaransi mutu proses belajar mengajar tetap terjaga dengan baik.
Ketimpangan Distribusi Pendidik Menjadi Evaluasi Pusat
Persoalan lain yang mencuat dalam audiensi tersebut adalah masalah pemerataan penempatan guru di sekolah. Pemko Pariaman menemukan ketimpangan di mana beberapa sekolah kelebihan pengajar mata pelajaran tertentu.
Sementara itu, sekolah lain justru mengalami kekosongan guru untuk bidang studi yang sama. Masalah penataan ini memerlukan koordinasi yang matang agar kualitas pendidikan menjadi lebih setara.
Selain pemerataan, keberadaan Guru Pendamping Khusus juga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak sekarang. Kebutuhan ini melonjak seiring bertambahnya jumlah anak berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah reguler.
Kemendikdasmen Siapkan Langkah Nyata Penataan Guru Nasional
Profesor Nunuk Suryani memberikan apresiasi tinggi atas komitmen besar Pemko Pariaman terhadap dunia pendidikan. Dirjen GTKPG menegaskan semua masukan daerah akan menjadi bahan evaluasi perumusan kebijakan nasional.
Pemerintah pusat terus merumuskan langkah taktis demi meningkatkan mutu pengelolaan tenaga kependidikan. Upaya tersebut mencakup penataan kebutuhan, pemerataan distribusi, hingga penguatan layanan pendidikan yang berkeadilan.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan kolaboratif ini memperkuat sinergi kedua belah pihak. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pariaman, Hertati Taher, turut mendampingi wali kota.
Usai audiensi, Yota Balad menyatakan optimisme tinggi bahwa komunikasi ini menghasilkan jalan keluar terbaik. Pihaknya berkomitmen terus memperjuangkan hak anak-anak Pariaman untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.(ar)









