Pariaman, seriusnews.id – Pemerintah Kota Pariaman kembali memperkuat kerja sama dengan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas akses kuliah gratis Saga Saja bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Pariaman.
Wali Kota Pariaman Yota Balad memimpin langsung delegasi daerah saat mendatangi Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026). Pertemuan penting ini membahas secara khusus kelanjutan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) Plus.
Sejumlah pejabat daerah tampak mendampingi Wali Kota, mulai dari Kepala Disdikpora Hertati Taher hingga Kepala Dinas PUPRP Deki Asar. Sementara dari pihak kampus, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Safrin Arifin menyambut langsung kedatangan rombongan.
Solusi Biaya Seleksi Masuk Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Yota Balad memaparkan bahwa program Saga Saja Plus tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya kuliah gratis semata. Pemerintah daerah juga membekali para mahasiswa semester akhir dengan berbagai pelatihan keterampilan praktis yang sangat berguna.
Upaya ini bertujuan agar para lulusan memiliki kesiapan penuh sebelum memasuki dunia kerja atau merintis usaha mandiri. Mahasiswa asal Pariaman terbukti memiliki daya saing yang tinggi selama menempuh pendidikan di kampus jaket kuning tersebut.
Hal ini terlihat dari pencapaian indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata mahasiswa utusan daerah yang konsisten berada di atas angka 3,00. Namun, program pengiriman mahasiswa ini sempat terjeda selama dua tahun terakhir karena adanya penyesuaian anggaran daerah.
Strategi Vokasi Universitas Indonesia Dorong Beasiswa Nasional
Kendala utama yang sering dihadapi oleh calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu adalah tingginya biaya pendaftaran seleksi masuk pada tahap awal. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemko Pariaman sebelumnya berhasil menyalurkan dana hibah sebesar Rp50 juta dari Baznas Sumbar.
Dana hibah tersebut sukses membantu biaya pendaftaran bagi 100 calon mahasiswa kurang mampu hingga meloloskan 10 orang ke Vokasi UI. Direktur Vokasi UI Safrin Arifin berjanji akan membawa kendala biaya pendaftaran ini ke tingkat universitas.
Pihak kampus berkomitmen untuk mencari skema keringanan biaya, dukungan donatur, hingga pemanfaatan dana abadi UI bagi mahasiswa berprestasi. Safrin juga mendorong calon mahasiswa untuk memaksimalkan jalur seleksi nasional seperti SNBP dan SNBT.
Komitmen Bersama Lahirkan Generasi Muda Siap Kerja
Jalur nasional dinilai membuka peluang beasiswa yang jauh lebih besar melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Sistem ini juga menerapkan penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT) yang ramah dengan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa.
Vokasi UI menegaskan bahwa seleksi penerimaan mahasiswa tetap mengutamakan standar akademik universitas tanpa membatasi kuota wilayah asal peserta. Kedua belah pihak kini sepakat untuk segera mengaktifkan kembali komunikasi intensif yang sempat terputus.
Pemko Pariaman akan memperketat proses penjaringan serta memberikan pendampingan belajar yang maksimal bagi seluruh calon peserta. Di sisi lain, Vokasi UI siap membantu menjembatani akses informasi dan skema pembiayaan di tingkat universitas.(ar)









