Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus bergerak maju meningkatkan fondasi keagamaan generasi muda. Langkah nyata ini terwujud melalui peluncuran program Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz (3T) yang menyasar para pelajar sekolah menengah pertama (SMP) sederajat. Inisiatif strategis ini hadir sebagai langkah taktis pemerintah untuk menguatkan sekaligus menyempurnakan kurikulum pendidikan Al Quran di wilayah ibu kota provinsi tersebut.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menjelaskan bahwa pemerintah mendesain program keagamaan ini secara khusus untuk menjawab kebutuhan zaman. Pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak usia remaja memiliki fondasi spiritual yang kokoh di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui skema terpadu ini, para siswa akan mendapatkan bimbingan intensif agar kualitas keagamaan mereka semakin meningkat.
“Program ini ditujukan khusus untuk meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman dan hafalan Al Quran bagi generasi muda terutama pelajar tingkat SMP sederajat,” ujar Maigus Nasir saat memberikan keterangan resmi di Kota Padang, Minggu.
Integrasi Program Smart Surau dan Kurikulum Madrasah
Pemerintah Kota Padang tidak menjalankan program inovatif ini sendirian, melainkan mengintegrasikannya dengan kebijakan daerah yang sudah berjalan. Maigus menyebutkan bahwa implementasi kurikulum 3T menjadi bagian tidak terpisahkan dari program unggulan Pemerintah Kota Padang yang bernama Smart Surau. Langkah sinkronisasi ini sengaja diambil agar seluruh fasilitas ibadah di Padang dapat berfungsi optimal sebagai pusat pendidikan karakter.
Dalam teknis pelaksanaannya di lapangan, pihak sekolah menyinkronkan sistem pendidikan Al Quran bagi para anak didik ini dengan lembaga keagamaan yang ada. Pemerintah merangkul kurikulum Ta’limul Quran lil Aulad (TQA) serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) se-Kota Padang. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan standardisasi mutu pendidikan agama yang merata di seluruh wilayah.
Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kontinuitas dalam mempelajari kitab suci sejak dini. Pihaknya tidak ingin proses belajar agama anak-anak berhenti begitu saja setelah mereka menyelesaikan satu tahapan tertentu. “Melalui pembelajaran tahsin tafsir dan tahfiz kita ingin anak-anak tidak berhenti setelah menamatkan Al Quran, tetapi terus membaca, memahami dan menghafal Al Quran,” kata Maigus menegaskan.
Tiga Aspek Utama Penyempurnaan Kualitas Bacaan Pelajar
Secara mendalam, program 3T ini menitikberatkan pada tiga pilar utama yang saling berkaitan erat. Untuk aspek tahsin, guru pengajar memfokuskan pembinaan pada penyempurnaan bacaan Al Quran para siswa. Target utamanya adalah memastikan setiap pelajar SMP mampu membaca kitab suci dengan lancar sesuai kaidah ilmu tajwid yang baik dan benar.
Selanjutnya, komponen kedua yaitu tafsir mengarahkan fokus para peserta didik pada pendalaman makna teks. Pembelajaran materi tafsir ini mengkhususkan pembahasan pada pemahaman dan penghayatan makna dari surat-surat pendek dalam Juz 30. Langkah ini dinilai efektif agar anak-anak tidak hanya menghafal teks secara verbal tetapi juga meresapi pesan moral di dalamnya.
Pilar terakhir dalam program ini adalah tahfiz yang memfokuskan diri pada pembiasaan mandiri para siswa. Aspek hafalan ini bertujuan membangun kedekatan emosional dan interaksi yang erat antara peserta didik dengan Al Quran. Melalui sistem hafalan yang terstruktur dan berkesinambungan, para siswa dapat menjaga ingatan mereka terhadap ayat-ayat suci secara konsisten.
Jadwal Penerapan Serentak di Masjid Kota Padang
Pemerintah Kota Padang telah menyusun jadwal matang terkait garis waktu pelaksanaan kebijakan baru ini. Pihak penyelenggara menjadwalkan penerapan program edukasi keagamaan ini secara serentak di seluruh wilayah mulai 16 Juli 2026. Seluruh jajaran dinas terkait beserta pengurus tempat ibadah kini tengah melakukan berbagai persiapan akhir demi kelancaran program.
Untuk waktu operasionalnya, kegiatan pembelajaran ini berlangsung secara berkala sebanyak tiga kali dalam seminggu. Para siswa mengikuti kelas keagamaan ini setiap hari Kamis malam, Jumat malam, dan Sabtu malam. Aktivitas belajar mengajar berpusat di masjid serta musala yang mengoperasikan basis TQA atau MDTW di wilayah Kota Padang.
Pasca-penerapan kurikulum komprehensif ini, pemerintah daerah menaruh optimisme yang sangat tinggi terhadap masa depan daerah. Otoritas kota meyakini bahwa Kota Padang mampu melahirkan generasi muda yang Qurani, memiliki karakter kuat, dan berakhlak mulia. “Melalui integrasi ketiga aspek ini, Pemkot Padang berharap peserta didik tidak hanya sekadar mampu membaca, namun juga memahami kandungan Al Quran,” tutur Maigus menutup penjelasannya.(ar)









