Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi memfungsikan Jembatan Bailey Sitangkai Sumbar untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang terputus akibat bencana banjir bandang. Langkah cepat ini memanfaatkan alokasi dana Transfer ke Daerah guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar menyelesaikan pemasangan jembatan baja ini dalam waktu singkat. Kendaraan sudah dapat melintasi jalur vital penghubung Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung tersebut sejak pertengahan Juli 2026.
Pemprov Sumbar Gerak Cepat Bangun Jembatan Darurat
Banjir bandang menghancurkan fondasi jembatan lama pada pertengahan Mei 2026 hingga memutus total arus lalu lintas. Peristiwa tersebut memaksa warga menempuh jalur alternatif yang jauh lebih panjang serta memakan waktu lebih lama.
Masyarakat harus mengitari rute Kumani hingga Pangian Lintau dengan tambahan jarak mencapai 20 kilometer. Kondisi ini membuat waktu tempuh membengkak satu jam dan meningkatkan biaya transportasi harian warga secara signifikan.
Pemanfaatan Dana TKD Bangun Jembatan Tahan Lama
Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar Mitra Hengki mengonfirmasi alokasi anggaran pembangunan sarana penyeberangan ini. Pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp4,9 miliar yang bersumber dari percepatan pemanfaatan dana TKD atas instruksi pimpinan daerah.
Struktur jembatan bentang baja ini memiliki panjang 42 meter dengan lebar jalur mencapai 4,2 meter. Bangunan darurat tersebut dirancang mampu menahan beban kendaraan angkutan barang hingga kapasitas 20 ton.
Petugas teknis memulai perakitan rangka jembatan pada awal Juli dan menuntaskannya hanya dalam waktu tiga hari. Pekerjaan pondasi tapak jembatan menelan biaya Rp800 juta, sedangkan pengadaan konstruksi utama menghabiskan dana Rp4,1 miliar.
Pemprov Sumbar menjadikan jembatan sementara ini sebagai solusi taktis sembari menyiapkan perencanaan jembatan permanen. Pembangunan struktur jembatan permanen diperkirakan membutuhkan alokasi dana pembangunan sebesar Rp25 miliar pada masa mendatang.
Pemulihan Ekonomi Warga Perbatasan Tanah Datar Sijunjung
Pengoperasian kembali sarana transportasi ini menyambung kembali urat nadi perekonomian warga Nagari Taluk dan sekitarnya. Petani karet serta peternak ayam petelur kini dapat mendistribusikan hasil panen mereka tanpa kendala logistik.
Arus kargo dan kendaraan penumpang mulai padat melintasi jembatan baru ini setiap hari. Bus, truk ekspedisi, mobil pikap, hingga sepeda motor pelajar kembali meramaikan jalur utama perbatasan daerah tersebut.
Para pelaku usaha mikro di sepanjang jalan Sitangkai hingga Tanjung Ampalu mulai merasakan dampak positif pembukaan jalur. Pemilik warung makan dan toko kelontong melaporkan peningkatan omzet harian karena kendaraan angkutan mulai ramai singgah.
Pemerintah daerah menargetkan penuntasan pengerjaan akhir pada bagian tapak jembatan rampung sepenuhnya pada awal Agustus. Kehadiran fasilitas transportasi ini membuktikan komitmen pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana secara efektif.(ar)









