Kota Padang, seriusnews.id – Capaian deteksi kasus tuberkulosis (TB) di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, hingga pertengahan 2026 ini dinilai masih sangat rendah. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Padang memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memburu penderita yang belum terdiagnosis di tengah masyarakat. Langkah taktis ini menjadi pembahasan utama dalam Workshop Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Kota Padang yang berlangsung di Kantor Camat Kuranji, Rabu (8/7/2026).
Pertemuan strategis tersebut melibatkan berbagai unsur penting dari wilayah setempat. Petugas merangkul camat, Polsek, Koramil, lurah, kepala puskesmas, Tim Penggerak PKK, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Semua pihak bersiap menjalankan strategi jemput bola demi menekan risiko penularan infeksi bakteri ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan berada pada proses pengobatan medis. Dinas Kesehatan justru menghadapi kendala besar dalam melacak penderita yang belum terdiagnosa sistem kesehatan.
Berdasarkan data estimasi, terdapat sekitar 789 kasus TB yang tersebar di wilayah Kecamatan Kuranji pada tahun 2026. Namun, petugas medis baru berhasil mendeteksi sebanyak 219 kasus atau setara dengan 27,8 persen dari total target estimasi penderita.
Srikurnia menegaskan bahwa ratusan penderita yang belum terjaring tersebut sangat berpotensi menularkan bakteri kepada warga di sekitarnya. Oleh karena itu, keberhasilan program penanggulangan penyakit ini sangat bergantung pada keaktifan semua pihak dalam melakukan deteksi dini. Seluruh pasien yang telah ditemukan kini sudah mendapatkan penanganan medis yang sangat intensif sesuai prosedur baku.
Langkah Strategis Pemko Padang Bentuk Kelurahan Siaga Tuberkulosis
Pemerintah Kota Padang langsung mengambil tindakan taktis dengan merancang program baru di tingkat akar rumput. Otoritas kesehatan setempat akan membentuk Kelurahan Siaga TB di seluruh wilayah administrasi Kecamatan Kuranji dalam waktu dekat.
Program inovatif ini akan mengintegrasikan kekuatan penuh dari seluruh aparatur kelurahan dan perangkat lingkungan. Petugas akan menyatukan gerak Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para kader Posyandu untuk membantu tim medis. Mereka semua akan bergerak bersama puskesmas untuk melakukan penyisiran dan skrining kesehatan secara aktif ke rumah warga.
Melalui skema Kelurahan Siaga TB ini, petugas lapangan dapat menjaring kasus baru secara lebih agresif dan terstruktur. Penemuan kasus secara dini akan membantu tim medis untuk memberikan tindakan pengobatan yang lebih cepat. Langkah ini sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan penanganan yang bisa berakibat fatal bagi kondisi pasien.
Data Nyata Mayoritas Pasien Tuberkulosis Kuranji Sembuh Total
Di tengah rendahnya angka deteksi kasus baru, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat tren positif dari sisi manajemen perawatan. Sistem pengobatan bagi pasien yang sudah terdiagnosa terbukti berjalan dengan sangat efektif dan memenuhi standar baku kementerian.
Data terbaru menunjukkan dari total 508 pasien TB yang tercatat, sebanyak 399 orang telah dinyatakan sembuh total. Angka kesembuhan tersebut sukses menyentuh kisaran 78,5 persen dari keseluruhan pasien yang menyelesaikan masa karantina dan pengobatan.
Srikurnia sangat mengapresiasi kerja keras tenaga medis yang berhasil menjaga kualitas kesembuhan pasien tetap tinggi di puskesmas. Kini, fokus utama pemerintah harus bergeser untuk meningkatkan angka temuan kasus baru di lapangan. Keseimbangan antara penemuan kasus dan angka kesembuhan menjadi kunci utama penyelesaian masalah kesehatan ini.
Kini Seluruh Warga Kuranji Dukung Penuh Gerakan TOSS
Pemerintah Kota Padang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Gerakan massal ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memutus mata rantai penularan bakteri di lingkungan keluarga maupun tempat kerja.
Partisipasi aktif warga dalam melaporkan gejala awal penyakit akan sangat menentukan keberhasilan program eliminasi ini. Dukungan lingkungan sekitar juga membantu pasien untuk menyelesaikan masa pengobatan mereka dengan optimis tanpa adanya stigma negatif.
Melalui kombinasi antara pelacakan aktif lintas sektor dan tingginya angka kesembuhan, Pemko Padang optimistis dapat mencapai target nasional. Sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan warga menjadi modal utama dalam mewujudkan Kuranji yang sehat bebas tuberkulosis.(ar)









