LOMBOK, seriusnews.id — UNESCO kembali menetapkan Geopark Rinjani-Lombok sebagai UNESCO Global Geopark dengan status Kartu Hijau setelah revalidasi di Paris, akhir April 2026. Ini menjadi kali kedua kawasan Gunung Rinjani mempertahankan pengakuan internasional tersebut.
General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja panjang dalam menjaga standar global. Ia menegaskan bahwa mempertahankan pengakuan internasional membutuhkan komitmen lebih besar dibandingkan saat meraihnya.
“Mempertahankan pengakuan internasional membutuhkan komitmen yang lebih kuat dibandingkan saat pertama kali meraihnya,” ujarnya, dikutip dari Antara.
UNESCO menilai Geopark Rinjani-Lombok unggul pada tiga pilar utama, yaitu konservasi alam, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tim asesor juga menilai dampak pengelolaan kawasan terhadap kehidupan warga lokal secara langsung.
Pengelola terus mengembangkan pendidikan dengan memasukkan materi geopark ke dalam kurikulum sekolah. Langkah ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang warisan geologi dan lingkungan.
Selain itu, pengelola memperkuat edukasi kebencanaan karena Lombok berada di wilayah rawan gempa. Program ini meningkatkan kesiapsiagaan warga sekaligus keamanan wisatawan.
Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menegaskan nilai strategis Geopark Rinjani-Lombok. Ia menyebut kawasan ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga laboratorium alam bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
“Rinjani bukan hanya indah, tetapi juga menjadi laboratorium alam penting bagi ilmu pengetahuan global,” kata Oemar.
Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat posisi geopark nasional di dunia. Keberhasilan Rinjani-Lombok menjadi contoh bagi geopark lain untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas. (nr*)








