Sumatera Barat, seriusnews.id – Proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Sumbar periode mendatang resmi memasuki babak baru setelah panitia menyelesaikan tahapan verifikasi berkas. Hasilnya, sebanyak 52 peserta berhasil melangkah ke tahap berikutnya dari total 54 pendaftar yang menyerahkan formulir.
Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Arry Yuswandi menyampaikan kepastian tersebut saat memberikan keterangan resmi di Kota Padang. Pihaknya mencatat dua pendaftar gugur karena tidak memenuhi kelengkapan berkas yang disyaratkan oleh panitia.
Oleh karena itu, panitia menggelar seleksi administrasi untuk menyaring pendaftar yang benar-benar memenuhi kualifikasi dasar lembaga. Sebab, tahapan awal ini menjadi fondasi penting sebelum peserta menghadapi ujian teknis yang lebih ketat.
Selanjutnya, para peserta yang lolos kini bersiap melanjutkan perjuangan pada tahapan uji kompetensi. Dalam hal ini, tim seleksi telah menyusun jadwal ujian untuk mengukur kemampuan akademis serta wawasan kelembagaan seluruh calon.
Tahapan Uji Kompetensi Di SMKN Lima Padang
Nantinya, peserta akan menghadapi dua bentuk evaluasi utama dalam tahapan uji kompetensi mendatang. Secara rinci, panitia menetapkan Tes Kemampuan Dasar berbasis Computer Assisted Test (CAT) serta penulisan makalah.
Selain itu, seluruh rangkaian pengujian tersebut akan berlangsung terpusat di SMK Negeri 5 Padang. Pasalnya, lokasi ini dipilih karena memiliki fasilitas komputer yang memadai untuk mendukung kelancaran tes online.
Oleh sebab itu, Arry Yuswandi meminta seluruh peserta yang lolos untuk memanfaatkan waktu persiapan secara maksimal. Bahkan, peserta perlu memperdalam wawasan seputar tata kelola zakat serta aturan hukum yang berlaku.
Pada tahap awal, ujian berbasis CAT akan menguji pemahaman dasar tata kelola zakat dan hukum Islam. Sementara itu, sesi pembuatan makalah akan membedah gagasan strategis peserta dalam mengungkit potensi zakat daerah.
Komitmen Penyelenggaraan Seleksi Objektif Transparan Dan Akuntabel
Di samping itu, Gubernur Sumatera Barat membentuk Tim Seleksi melalui Keputusan Nomor 451-419-2026 yang mengikat secara hukum. Dengan demikian, panitia bekerja dengan memegang teguh pedoman Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2025.
Lebih lanjut, Arry menegaskan komitmen seluruh anggota tim untuk mengawal seleksi secara independen dan transparan. Bahkan, pihaknya menjamin tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam menentukan hasil ujian peserta.
Oleh karena itu, kerja tim seleksi berfokus pada penilaian yang terukur serta objektif di setiap tahapan. Langkah tersebut bertujuan menjaga integritas proses penyaringan dari awal hingga akhir pelaksanaan.
Selain itu, masyarakat dapat terus memantau seluruh proses penyaringan ini secara terbuka melalui kanal komunikasi resmi. Sebab, panitia membuka akses informasi guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi pimpinan ini.
Harapan Melahirkan Pimpinan Lembaga Zakat Berintegritas Tinggi
Pada akhirnya, proses ketat ini bertujuan melahirkan jajaran pimpinan BAZNAS Sumbar yang berintegritas serta profesional. Sebab, Pemprov Sumbar membutuhkan figur manajerial yang kuat untuk mengelola dana umat secara akuntabel.
Terlebih lagi, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah memerlukan transparansi tinggi agar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dengan begitu, pimpinan terpilih nantinya memegang tanggung jawab besar dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Oleh sebab itu, Arry mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti setiap instruksi teknis ujian dengan disiplin tinggi. Sebab, kesungguhan peserta sangat menentukan kualitas pimpinan yang akan mengelola BAZNAS pada masa depan.
Sebagai informasi tambahan, panitia telah mengunggah pengumuman nama peserta serta jadwal detail ujian di saluran resmi pemerintah. Selanjutnya, peserta dapat mengakses dokumen lengkap melalui laman Sistem Informasi Manajemen Zakat dan Wakaf di simzatkemenag.go.id.(ar)









