Semarang, seriusnews.id – Sebanyak 12 peserta yang tergabung dalam Kafilah Sumbar MTQ Nasional mulai berjuang pada babak penyisihan ajang Musabaqah Tilawatil Quran XXXI. Para qari dan qariah asal Sumatera Barat tersebut tampil memperagakan kemampuan terbaik mereka di pelbagai lokasi perlombaan Kota Semarang sejak Minggu pagi.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar Edi Dharma memantau langsung pergerakan para duta daerah tersebut di arena kompetisi. Ia menegaskan bahwa hari pertama perlombaan menentukan langkah awal perjuangan Kontingen Sumatera Barat untuk meraih kebanggaan tingkat nasional.
Edi meminta seluruh peserta agar tetap memelihara kepercayaan diri tinggi serta menjaga kebugaran fisik selama babak penyisihan berlangsung. Pihak pemerintah daerah terus menyalurkan dukungan penuh demi menjaga konsentrasi seluruh kontingen hingga babak akhir.
Persaingan Sengit Cabang Tilawah dan Seni Kaligrafi
Arena kompetisi sesi pagi menyaksikan penampilan perdana Daffa Raffasya pada cabang Tilawah Anak-anak Putra di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah. Pada saat bersamaan, Roza Rezki serta Saufa Atika Ulya langsung unjuk kebolehan pada cabang Qira’at Mujawwad Dewasa di Panggung Simpang Lima.
Empat seniman kebanggaan daerah juga memulai perjuangan maraton pada cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an di Auditorium Universitas Diponegoro Semarang. Mukhlis Ibrohim, Indah Khairannisa, Arizi Akbar, dan Rindu Annisa menggoreskan karya terbaik mereka dalam perlombaan yang berlangsung hingga sore hari.
Perjuangan kontingen berlanjut ke sesi siang dengan mengutus Amelia Rahma pada cabang Hafalan 5 Juz dan Tilawah Putri. Amelia mengumandangkan hafalan terbaiknya di Rumah Dinas Wali Kota Semarang di hadapan majelis hakim.
Perjuangan Kontingen Sumatera Barat Pada Sesi Siang
Daffa Hadaya turut menguji ketangkasan hafalan pada cabang Hafalan 20 Juz Putra di Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Sementara itu, Zukhrufil Shadri mengumandangkan lantunan ayat suci pada cabang Tilawah Remaja Putra di area Masjid Agung.
Dua utusan lain, Revoranda Sudarman dan Raihana Hamdani, bertarung pada cabang Tafsir Bahasa Inggris Putra dan Putri di Gedung BP2KLK. Keduanya memaparkan pemahaman tafsir al-Qur’an secara lugas untuk mengamankan poin tertinggi dari para dewan hakim.
Edi Dharma mengingatkan seluruh kafilah agar tidak menjadikan ketatnya persaingan sebagai beban psikologis yang menghambat performa. Ia mengimbau para Duta Sumatra Barat untuk fokus menyajikan penampilan terbaik tanpa terganggu tekanan mental.
Perhelatan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh mulai tanggal 13 hingga 19 September 2026. Ajang tahunan ini melibatkan total 12 majelis kompetisi yang tersebar di pelbagai venue strategis seluruh penjuru kota.
Masyarakat Sumatera Barat memanjatkan doa serta memberikan dorongan moral agar para qari dan qariah sukses menorehkan prestasi gemilang. Awal perjuangan hari pertama ini menjadi pijakan penting bagi kafilah daerah untuk mengulang kejayaan pada tingkat nasional.(ar)









