Semarang, seriusnews.id – Keterbatasan penglihatan sejak lahir tidak menyurutkan langkah Daffa Hadaya hafiz tunanetra asal Sumatera Barat untuk mengukir prestasi gemilang. Siswa MAN 2 Tanah Datar ini resmi berlaga pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Meski sudah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, Daffa memilih turun di cabang Hafalan 20 juz. Hebatnya lagi, ia mantap bersaing pada kategori umum dan bertarung langsung melawan peserta non-disabilitas.
Perjalanan Panjang Mengukir Prestasi Dari Usia Dini
Remaja kelahiran Bukittinggi, 20 Desember 2011 ini mengenali dunia lewat pendengaran, sentuhan, dan ingatan. Ia mulai menyukai lantunan ayat suci Al-Qur’an sejak kecil dari pengeras suara masjid di sekitar rumahnya.
Daffa membangun hafalannya secara bertahap hingga akhirnya mampu menghafal seluruh isi Al-Qur’an. Semangat belajar yang tinggi membuatnya pantang menyerah dalam menuntut ilmu agama maupun pengetahuan umum.
Kedua orang tuanya, Mulyandri dan Harmayesi, menjadi sosok kunci di balik kesuksesan sang buah hati. Ayahnya menjabat sebagai Kepala MTsN 3 Mandailing Tanah Datar, sementara ibunya berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris.
Dukungan penuh keluarga terus mengalir untuk mengarahkan potensi besar Daffa di bidang tahfiz. Berkat bimbingan rutin tersebut, ia berhasil mengumpulkan sederet gelar juara di berbagai tingkatan perlombaan.
Tekad Membawa Nama Sumatera Barat Di Tingkat Nasional
Prestasi gemilang Daffa mencakup Juara 1 MTQ Sumbar 2025 di Bukittinggi dan Juara 1 Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) se-ASEAN. Pada Grand Final MHQ se-ASEAN maret 2025 lalu, ia bahkan mencetak nilai sempurna 400 poin.
Ia juga meraih Juara 2 nasional Madrasah Fest 2023 kategori MHQ tingkat MTs. Rekor prestasinya sudah terbangun sejak ikut MTQ Kabupaten Tanah Datar pada usia sembilan tahun.
Selain fokus menghafal Al-Qur’an, Daffa aktif mempelajari ilmu sosial, bahasa Inggris, hingga bidang seni bernyanyi. Ia membuktikan bahwa manajemen waktu yang baik membuat pendidikan umum dan hafalan agama berjalan serasi.
Ajang di Semarang ini menjadi kali kedua bagi Daffa membawa nama kafilah Sumatera Barat ke tingkat nasional. Pengalaman berlaga pada MTQ Nasional di Kalimantan Timur sebelumnya menjadi modal berharga untuk tampil maksimal kali ini.
Daffa bercita-cita menjadi seorang pendakwah sekaligus guru ilmu sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia berharap masyarakat Sumatera Barat memberikan doa restu agar ia bisa mengharumkan nama daerah di panggung nasional.(ar)









