Jakarta, seriusnews.id-Kunci utama agar rajin salat terletak pada cara kita memandang salat itu sendiri. Selama ini, banyak orang hanya memahami bahwa salat itu wajib dan meninggalkannya berdosa, tetapi jarang menggali alasan mengapa kita benar-benar membutuhkan salat.
Padahal, jika kita memahami maknanya, salat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan.
Salah satu penjelasan menarik pernah disampaikan oleh Felix Siauw dalam sebuah kajian. Ia mengisahkan latar belakang turunnya perintah salat melalui peristiwa Isra Miraj.
Kisah di Balik Perintah Salat
Sebelum peristiwa tersebut, Muhammad SAW menghadapi masa yang sangat berat. Kaum Quraisy menolak dakwahnya, menghina, bahkan menyiksa para sahabat. Banyak Muslim saat itu hidup dalam tekanan dan penderitaan.
Rasulullah kemudian pergi ke Thaif dengan harapan mendapat dukungan. Namun, penduduk Thaif justru melempari beliau dengan batu hingga terluka.
Di tengah kondisi itu, Rasulullah tidak mengeluh tentang kejahatan kaumnya. Sebaliknya, beliau mengakui kelemahan dirinya dan memohon pertolongan kepada Allah. Bahkan ketika malaikat menawarkan untuk menghancurkan kaum tersebut, beliau menolak dan berharap kebaikan dari keturunan mereka.
Tak lama setelah itu, beliau kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya. Kesedihan semakin mendalam. Di titik inilah Allah memberikan hadiah luar biasa melalui peristiwa Isra Miraj.
Salat sebagai Kebutuhan, Bukan Beban
Melalui Isra Miraj, Allah memerintahkan salat lima waktu. Perintah ini bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kasih sayang.
Allah membuka “jalur langsung” bagi manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya tanpa perantara. Setiap orang bisa mengadu, meminta, dan berharap langsung kepada Allah lima kali sehari.
Karena itu, para sahabat menyambut perintah salat dengan penuh kebahagiaan, bukan beban.
Pelajaran yang Bisa Kita Ambil
Dari kisah tersebut, kita bisa mengubah cara pandang terhadap salat:
- Salat bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan hidup
- Salat menjadi tempat terbaik untuk mengadu dan mencari ketenangan
- Salat membantu kita menghadapi masalah dengan lebih kuat
Oleh karena itu, jika ingin rajin salat, ubahlah mindset terlebih dahulu. Jadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.
Singkatnya: hidup selalu penuh masalah, tetapi salat memberi kita ruang untuk kembali tenang, berharap, dan meminta langsung kepada Allah. (nr*)









