Jangan Anggap Remeh! Hipertensi Kini Juga Mengancam Anak-anak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ratusan ribu anak di Indonesia terdeteksi hipertensi. Dokter ungkap pemicunya, dari kelainan jantung hingga gaya hidup buruk.. (iStock/GlobalStock)

Ilustrasi Ratusan ribu anak di Indonesia terdeteksi hipertensi. Dokter ungkap pemicunya, dari kelainan jantung hingga gaya hidup buruk.. (iStock/GlobalStock)

Jakarta, seriusnews.id — Hipertensi tidak hanya menyerang orang dewasa. Kini, tenaga kesehatan juga menemukan banyak kasus tekanan darah tinggi pada anak, sehingga orang tua perlu lebih waspada.

Data Kementerian Kesehatan per Mei 2026 mencatat kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dari 4,8 juta anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan di sekolah, sekitar 663.000 anak mengalami tekanan darah tinggi.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSPI, Yovi Kurniawati, menjelaskan bahwa penyebab hipertensi pada anak berbeda dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, pemicu seperti stres, konsumsi garam tinggi, merokok, dan obesitas lebih jelas terlihat. Sementara pada anak, dokter sering kesulitan menemukan penyebab pastinya.

“Pada anak, sebagian besar kasus bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Penyebab Medis yang Perlu Diwaspadai

Meski banyak kasus tidak memiliki penyebab pasti, dokter tetap mengidentifikasi beberapa kondisi medis yang dapat memicu hipertensi pada anak, seperti:

  • Kelainan struktur jantung sejak lahir
  • Penyakit jantung tertentu
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Peradangan pembuluh darah seperti Arteritis Takayasu

Selain faktor medis, dokter juga menyoroti gaya hidup tidak sehat yang ikut meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada anak.

Tekanan Darah Anak Tidak Sama dengan Orang Dewasa

Yovi menegaskan bahwa orang tua perlu memahami bahwa tekanan darah anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Nilai normalnya bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.

Secara umum, tekanan darah normal anak berada pada kisaran 80/50 mmHg hingga 120/80 mmHg. Jika angka melewati batas tersebut, anak perlu menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Juga :  Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

Apakah Hipertensi pada Anak Bisa Sembuh?

Dokter menjelaskan bahwa hipertensi pada anak bisa kembali normal jika tenaga medis berhasil mengatasi penyebab utamanya. Namun, pada kasus yang tidak diketahui penyebabnya, dokter biasanya fokus mengendalikan kondisi.

“Kami mengontrol tekanan darah dengan obat, pola makan sehat, dan perubahan gaya hidup,” jelas Yovi.

Pencegahan Sejak Dini

Dokter mengimbau orang tua untuk membiasakan pola makan rendah garam, mendorong anak aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan.

Langkah sederhana ini membantu menurunkan risiko hipertensi sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang pada anak. (nr*)

Berita Terkait

PMI Kota Padang dan PT Semen Padang Kumpulkan 312 Kantong Darah untuk Jaga Stok Darah
RSUP Dr. M. Djamil Padang Libatkan Publik dalam Konsultasi Amdal dan ESIA
Pelatihan Layanan Geriatri Lansia di RSUD dr. Rasidin Padang Perkuat Kompetensi Nakes
Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi
Kol Bermanfaat, Tapi 6 Kelompok Ini Perlu Membatasi Konsumsi
Hindari 5 Kebiasaan Pagi Ini Jika Ingin Jantung Tetap Sehat
Sakit Kepala di Tengkuk Tak Selalu Karena Capek, Ini 6 Penyebabnya
Hobi Makan Semangka? Waspadai Efek Pusing yang Bisa Muncul Setelahnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00 WIB

PMI Kota Padang dan PT Semen Padang Kumpulkan 312 Kantong Darah untuk Jaga Stok Darah

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:00 WIB

RSUP Dr. M. Djamil Padang Libatkan Publik dalam Konsultasi Amdal dan ESIA

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pelatihan Layanan Geriatri Lansia di RSUD dr. Rasidin Padang Perkuat Kompetensi Nakes

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:39 WIB

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kol Bermanfaat, Tapi 6 Kelompok Ini Perlu Membatasi Konsumsi

Berita Terbaru