Hati-Hati! Rezeki Lancar Bisa Jadi Tanda Istidraj

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber foto : ilustrasi

sumber foto : ilustrasi

Jakarta, Seriusnews.id-Sebagian orang menjalani hidup dengan sangat mudah. Usaha mereka terus menghasilkan keuntungan, karier mereka berkembang cepat, dan harta mereka semakin bertambah. Namun di saat yang sama, mereka meninggalkan ibadah, melakukan banyak kemaksiatan, dan menjauh dari ajaran agama. Kondisi ini sering membuat orang lain bertanya-tanya, bahkan merasa iri, seolah mereka lebih beruntung.

Dalam Islam, keadaan seperti ini perlu kita waspadai. Para ulama menyebutnya sebagai istidrāj, yaitu keadaan ketika Allah memberikan nikmat dunia secara bertahap kepada seseorang yang terus bermaksiat, hingga orang itu terlena dan tidak menyadari bahwa Allah menjauhkannya dari rahmat-Nya.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan! Ini 10 Keutamaan Besar Hari Arafah yang Penuh Berkah

Istidrāj terjadi ketika seseorang tidak menyadari proses penyesatan yang halus. Allah membiarkan nikmat dunia terus mengalir kepada hamba tersebut, sementara ia semakin lalai dan menjauh dari kebenaran. Pada akhirnya, Allah dapat menurunkan azab secara tiba-tiba setelah ia tenggelam dalam kesenangan.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jika Allah terus memberikan kenikmatan dunia kepada hamba yang bermaksiat, maka hal itu bisa menjadi istidrāj. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa ketika manusia melupakan peringatan, Allah membuka pintu kenikmatan dunia untuk mereka. Ketika mereka semakin tenggelam dalam kesenangan, Allah kemudian mengambil semuanya secara tiba-tiba.

Baca Juga :  6 Doa Penyembuh Segala Penyakit yang Diamalkan Rasulullah SAW dan Nabi Ayyub AS

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengingatkan bahwa banyak orang tertipu oleh kelapangan rezeki. Mereka mengira hal itu sebagai tanda cinta Allah, padahal bisa jadi Allah sedang menguji dan menjauhkan mereka dari keselamatan akhirat.

Karena itu, umat Islam harus berhati-hati. Kita tidak boleh menilai nikmat dunia sebagai tanda kebaikan semata, karena Allah bisa menjadikannya sebagai ujian yang membuat seseorang lalai jika tidak disertai iman dan ketaatan.(my*)

Berita Terkait

Peresmian Masjid Baiturrahman Muhammadiyah Dukung Smart Surau Berbasis Digital di Padang
Wakil Wali Kota Elzadaswarman Hadiri Khatam Al-Qur’an 47 Santri di Payakumbuh
Pemkab Agam Perkuat Nagari Creative Hub Berbasis Masjid untuk Bangun Ekonomi Kreatif
Lebaran Yatim Bawa Kebahagiaan untuk 140 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
Pemko Padang Siapkan Masjid Agung Nurul Iman Jadi Quran Center, Renovasi Besar Dimulai 2027
Sekda Sumbar Ajak Penguatan Keluarga dan Nilai Agama untuk Cegah Narkoba Lewat Gerakan Subuh
Mahyeldi Apresiasi Gerakan Subuh Berjemaah Sumbar, Tekankan Kolaborasi Lawan Narkoba
Kisah Pedagang Sayur Tanah Datar, Menabung 13 Tahun hingga Berhasil Berhaji
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:00 WIB

Peresmian Masjid Baiturrahman Muhammadiyah Dukung Smart Surau Berbasis Digital di Padang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 01:00 WIB

Wakil Wali Kota Elzadaswarman Hadiri Khatam Al-Qur’an 47 Santri di Payakumbuh

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pemkab Agam Perkuat Nagari Creative Hub Berbasis Masjid untuk Bangun Ekonomi Kreatif

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:30 WIB

Lebaran Yatim Bawa Kebahagiaan untuk 140 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemko Padang Siapkan Masjid Agung Nurul Iman Jadi Quran Center, Renovasi Besar Dimulai 2027

Berita Terbaru