Jakarta, seriusnews.id-Pemerintah Indonesia membuka peluang baru bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke Timur Tengah. Oman kini tampil sebagai salah satu negara yang aktif menawarkan kerja sama pendidikan melalui program beasiswa.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar membahas peluang tersebut saat bertemu Duta Besar Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Keduanya membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, budaya, dan ekonomi.
Nasaruddin menilai Oman layak menjadi alternatif tujuan studi selain Turki yang selama ini lebih populer, seperti Istanbul dan Ankara. Ia melihat Oman memiliki keunggulan dalam tradisi keilmuan Islam serta lingkungan sosial yang stabil.
Ia juga mendorong pemanfaatan beasiswa di berbagai kampus Oman, terutama untuk studi agama dan bahasa Arab. Langkah ini, menurutnya, dapat memperluas wawasan keislaman yang moderat bagi mahasiswa Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Nasaruddin menyoroti kebutuhan besar Indonesia terhadap guru bahasa Arab penutur asli. Ia menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 2.000 guru untuk mengajar di berbagai lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Oman memiliki potensi untuk membantu kebutuhan tersebut karena kuatnya penggunaan bahasa Arab dan sistem pendidikannya yang baik.
Duta Besar Oman menyambut baik rencana kerja sama itu. Ia menjelaskan hubungan Indonesia dan Oman telah terjalin hampir 300 tahun dan sama-sama menjunjung nilai perdamaian serta moderasi.
Selain sektor pendidikan, kedua negara juga membuka peluang kerja sama ekonomi. Produk tekstil dan aksesori dari Oman berpotensi masuk ke pasar Indonesia.
Keduanya turut membahas rencana pembukaan jalur penerbangan langsung Indonesia–Oman. Jika terwujud, kerja sama ini akan mempererat hubungan kedua negara sekaligus mempermudah mobilitas pelajar Indonesia ke Oman. (nr*)








