Jakarta, seriusnews.id – Banyak orang tua mendambakan anak yang saleh dan salehah. Mereka berharap anak menjadi penyejuk hati dan pembawa doa ketika orang tua telah tiada.
Namun, Islam menegaskan bahwa kesalehan anak tidak lahir secara kebetulan. Kesalehan anak tumbuh dari keteladanan dan ketakwaan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Teladan dari Al-Qur’an
Kisah dalam Surah Al-Kahfi ayat 82 menjadi salah satu contoh penting. Allah mengutus Nabi Khidir AS untuk memperbaiki dinding yang hampir roboh di sebuah desa.
Di bawah dinding itu tersimpan harta milik dua anak yatim. Allah menjaga harta tersebut karena ayah mereka dikenal sebagai orang yang saleh.
Para ulama, termasuk Ibnu Abbas RA, menjelaskan bahwa amal saleh orang tua memberi dampak langsung kepada anak. Bahkan setelah orang tua wafat, keberkahan amalnya tetap mengalir untuk keturunan.
Kesalehan Orang Tua Menjadi Perlindungan
Para ulama menegaskan bahwa Allah menjaga keturunan orang saleh. Perlindungan itu mencakup rezeki, keselamatan, dan hidayah.
Seorang tabiin, Muhammad bin al-Munkadir, menjelaskan bahwa Allah menjaga anak, cucu, dan keluarga seorang hamba yang bertakwa.
Dengan demikian, kesalehan orang tua menjadi bentuk penjagaan terbaik bagi keluarga mereka.
Keteladanan Lebih Kuat dari Nasihat
Anak lebih banyak meniru perilaku daripada mendengar nasihat. Karena itu, orang tua harus memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Jika orang tua ingin anak jujur, maka mereka harus lebih dulu jujur. Jika ingin anak dermawan, mereka harus menunjukkan sikap dermawan terlebih dahulu.
Seorang ulama juga menasihati bahwa perbaikan anak dimulai dari perbaikan diri orang tua.
Dampak Perilaku Orang Tua
Perilaku buruk dan harta yang tidak halal dapat memengaruhi karakter anak. Sebaliknya, amal baik dan rezeki yang halal membentuk lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Beberapa ulama juga mengingatkan bahwa maksiat dapat membawa dampak buruk pada keluarga, bukan hanya pada pelaku.
Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah menjadi pelindung bagi orang-orang saleh. Perlindungan itu bahkan meluas kepada keluarga mereka.
Oleh karena itu, orang tua perlu memperbaiki ibadah, akhlak, dan perilaku jika ingin memiliki anak yang saleh.
Kesalehan orang tua menjadi warisan terbesar yang lebih berharga daripada harta, karena menjadi jalan turunnya rahmat Allah bagi generasi berikutnya (nr*)








