Mirip Flu Biasa, Tapi Bisa Mematikan! Waspadai Gejala Malaria Knowlesi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi demam berdarah. Dokter mengingatkan malaria knowlesi sering diawali gejala ringan seperti demam dan lemas, tetapi bisa cepat berkembang menjadi kondisi berat.(Shutterstock/Niny2405)

Ilustrasi demam berdarah. Dokter mengingatkan malaria knowlesi sering diawali gejala ringan seperti demam dan lemas, tetapi bisa cepat berkembang menjadi kondisi berat.(Shutterstock/Niny2405)

Jakarta, jentik.id-Dokter mengingatkan masyarakat agar mewaspadai malaria knowlesi karena gejalanya mirip flu dan malaria biasa, seperti demam, menggigil, lemas, sakit kepala, hingga mual. Meski terlihat ringan di awal, penyakit ini bisa berkembang cepat menjadi kondisi serius.

Spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis IDAI, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, menjelaskan bahwa parasit Plasmodium knowlesi masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk setelah sebelumnya menginfeksi monyet. Ia menegaskan bahwa tenaga medis sering kesulitan membedakannya dari malaria biasa pada fase awal.

Baca Juga :  Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

“Gejalanya mirip malaria, tapi perburukannya bisa lebih cepat,” ujar dr. Inke.

Ia menambahkan, jumlah parasit dalam darah dapat meningkat cepat dan memicu komplikasi berat, seperti gangguan pernapasan, gangguan ginjal, hingga penurunan kesadaran jika pasien tidak segera mendapat penanganan.

Dokter juga mengimbau masyarakat untuk waspada setelah beraktivitas di hutan atau wilayah dengan banyak nyamuk dan satwa liar. Ia menegaskan bahwa demam setelah aktivitas outdoor tidak boleh dianggap sebagai flu biasa.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami demam setelah dari hutan atau kegiatan luar ruang.

Baca Juga :  Semen Padang Hospital Kumpulkan 97 Kantong Darah Momentum HUT Ke-13

“Kalau habis dari hutan lalu demam, jangan anggap flu biasa,” ujarnya.

IDAI juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Mereka bisa mencegah penularan dengan memakai pakaian tertutup dan menghindari gigitan nyamuk saat berada di area berisiko.

Kasus malaria knowlesi kini mulai terdeteksi di beberapa wilayah Indonesia. Perubahan lingkungan dan pembukaan hutan ikut meningkatkan risiko penularan, sehingga deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi memburuk. (nr*)

Berita Terkait

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing
Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI
Pemerintah Resmi Ubah Sistem Rujukan Pasien BPJS Kesehatan
Semen Padang Hospital Meluncurkan Paket Merdeka SPH 2026 Sambut HUT RI
Kota Pariaman Raih Terbaik I Layanan Kesehatan Regional Sumatera, Boyong Rp2 Miliar
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:11 WIB

RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI

Berita Terbaru