WFH Jumat ASN Bikin Stres? Ini Cara Sederhana Biar Tetap Produktif Tanpa Burnout

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi WFH, work from home. Sosiolog UI menilai WFH Jumat untuk ASN tidak otomatis membentuk budaya kerja baru jika hanya dipahami sebagai pemindahan lokasi kerja dari kantor ke rumah.(Google Gemini AI)

Ilustrasi WFH, work from home. Sosiolog UI menilai WFH Jumat untuk ASN tidak otomatis membentuk budaya kerja baru jika hanya dipahami sebagai pemindahan lokasi kerja dari kantor ke rumah.(Google Gemini AI)

Jakarta, jentik.id-Bekerja dari rumah atau WFH pada hari Jumat memberi kenyamanan karena ASN tidak perlu menghadapi kemacetan. Namun, sebagian pekerja justru merasa tantangan baru muncul, terutama dalam mengatur waktu dan menjaga fokus agar tidak mudah lelah secara mental.

Seorang pekerja di BUMD Jakarta, Wiwid (38), mengaku WFH tidak selalu berjalan mudah. Ia harus membagi perhatian antara pekerjaan kantor dan kebutuhan anak di rumah.

Saat bekerja, ia sering menerima gangguan dari anak yang membutuhkan perhatian. Kondisi ini membuatnya harus mencari cara agar pekerjaan tetap selesai tanpa mengabaikan peran sebagai orang tua.

Baca Juga :  Jangan Asal Pilih! Ini Kunci Memilih Susu yang Aman Ada di Label Kemasan

“Kadang saya minta waktu 15 sampai 20 menit untuk menyelesaikan kerjaan, baru lanjut urus anak,” ujar Wiwid.

Ia memilih cara kompromi agar tetap bisa menyelesaikan tugas tanpa menimbulkan konflik di rumah. Setelah itu, ia kembali melanjutkan pekerjaan seperti rapat daring atau pengolahan dokumen.

Wiwid juga menilai batas jam kerja saat WFH menjadi tidak jelas. Ia bisa mulai bekerja lebih pagi atau menyelesaikan pekerjaan hingga malam hari. Kondisi ini meningkatkan risiko kelelahan jika tidak dikendalikan.

Untuk mengatasinya, ia membuat skala prioritas. Ia memilih mengerjakan tugas yang paling mendesak terlebih dahulu dan menunda pekerjaan yang masih memiliki tenggat waktu panjang.

Baca Juga :  Cerdas Cermat Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Anak SD, Ini Kata Psikolog

“Kalau deadline masih lama, saya kerjakan nanti. Saya fokus dulu yang urgent,” katanya.

Namun, jika semua pekerjaan harus selesai di hari yang sama, ia memilih menyelesaikannya hingga malam agar akhir pekan tetap bebas dari pekerjaan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa WFH tidak hanya soal fleksibilitas, tetapi juga kemampuan mengatur waktu, menetapkan batas kerja, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan pribadi agar tidak mengalami burnout. (nr*)

Berita Terkait

Daging Kurban Tidak Boleh Asal Dibagi, Ini Orang yang Berhak Menerimanya
Phubbing Orangtua Jadi Ancaman Tersembunyi bagi Perkembangan Anak
Bau Sampah di Dapur Bikin Risih? Ini 6 Cara Ampuh Mengatasinya
Kucing Liar Sering Buang Kotoran di Halaman? Coba 8 Cara Aman dan Ampuh Ini
Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Diam-Diam Mengancam Kesehatan Anak
Cerdas Cermat Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Anak SD, Ini Kata Psikolog
Kepribadian Orang Ternyata Disebut Bisa Dilihat dari Waktu Lahirnya
Noda Kuning dan Kerak Toilet Membandel? Coba Bersihkan dengan 2 Bahan Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB

Daging Kurban Tidak Boleh Asal Dibagi, Ini Orang yang Berhak Menerimanya

Senin, 25 Mei 2026 - 14:30 WIB

Phubbing Orangtua Jadi Ancaman Tersembunyi bagi Perkembangan Anak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:29 WIB

Bau Sampah di Dapur Bikin Risih? Ini 6 Cara Ampuh Mengatasinya

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:23 WIB

Kucing Liar Sering Buang Kotoran di Halaman? Coba 8 Cara Aman dan Ampuh Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:17 WIB

Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Diam-Diam Mengancam Kesehatan Anak

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB