Solok Selatan, seriusnews.id – Masa libur sekolah mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai kegiatan positif melalui perpustakaan Solok Selatan literasi. Perpustakaan Daerah Solok Selatan mengembangkan konsep wisata literasi yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Pengunjung datang untuk membaca, belajar, dan mengisi waktu libur dengan aktivitas edukatif. Pemerintah daerah juga mendorong perpustakaan menjadi pusat kegiatan literasi yang mudah diakses semua kalangan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok Selatan, Syamsuria, menegaskan bahwa libur sekolah menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya membaca. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia.
Koleksi 6.000 Buku Dukung Aktivitas Literasi
Perpustakaan menyediakan lebih dari 6.000 koleksi buku yang mencakup bacaan ringan hingga referensi ilmiah. Pengunjung membaca langsung di ruang baca atau meminjam buku untuk dibawa pulang sesuai ketentuan.
Pengelola menghadirkan ruang baca yang tenang dan nyaman agar pengunjung dapat fokus saat membaca. Mereka juga menambahkan layanan audio visual untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif.
Selain itu, perpustakaan mengembangkan layanan digital untuk memudahkan akses informasi. Fasilitas ini memperluas jangkauan literasi bagi masyarakat yang tidak dapat datang langsung ke lokasi.
Syamsuria menekankan bahwa perpustakaan kini berfungsi sebagai ruang rekreasi edukatif, bukan hanya tempat membaca. Ia melihat konsep wisata literasi mampu menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan buku.
Layanan Digital Perkuat Inklusi Sosial Daerah
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok Selatan terus mengembangkan sarana dan layanan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan daerah. Pengembangan ini mencakup fasilitas fisik dan layanan digital yang semakin mudah diakses masyarakat.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah perpustakaan digital melalui aplikasi iSolokselatan yang tersedia di Play Store dan website resmi. Masyarakat dapat mengakses berbagai bahan bacaan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
Program ini mendukung konsep inklusi sosial dengan menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Perpustakaan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Syamsuria mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh fasilitas selama libur sekolah. Ia juga mendorong kunjungan keluarga dan rombongan sekolah agar pengalaman literasi semakin menyenangkan.
“Silakan datang bersama keluarga, membaca buku favorit, menonton materi edukasi, dan mengakses layanan digital. Semua itu memberi pengalaman yang bermanfaat,” ujarnya.(ar)









