Wagub Sumbar Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Perjuangan Perang Manggopoh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy(tengah), mengajak generasi muda menjadikan semangat perjuangan Manggopoh sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.( poto : padangkita.om )

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy(tengah), mengajak generasi muda menjadikan semangat perjuangan Manggopoh sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.( poto : padangkita.om )

Kabupaten Agam, seriusnews.id – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengajak generasi muda menjadikan semangat perjuangan perang Manggopoh sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Ajakan itu ia sampaikan saat memimpin Upacara Peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh di Lapangan GOR Buya Hamka, Manggopoh, Kabupaten Agam, Senin (15/6/2026).

Menurut Vasko, Perang Manggopoh tidak hanya menyimpan catatan sejarah. Peristiwa itu juga menghadirkan teladan tentang keberanian, persatuan, dan keteguhan masyarakat Minangkabau dalam memperjuangkan keadilan serta menjaga martabat bangsa.

Selain itu, ia menilai nilai perjuangan para pahlawan masih relevan untuk kehidupan saat ini. Karena itu, generasi muda perlu mengambil inspirasi dari semangat para pejuang.

“Perjuangan para pahlawan harus kita maknai sebagai sumber inspirasi untuk membangun daerah dan bangsa. Semangat keberanian, kepedulian, serta pengorbanan yang ditunjukkan para pejuang Manggopoh harus tetap hidup dalam diri generasi hari ini,” ujar Vasko.

Pemprov Sumbar Perkuat Pelestarian Sejarah

Vasko menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus menjaga memori kolektif perjuangan para pahlawan. Pemerintah menjalankan langkah tersebut melalui pelestarian sejarah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Selain menjaga warisan sejarah, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengenal kembali tokoh-tokoh perjuangan daerah. Dengan cara itu, generasi muda dapat memahami makna perjuangan secara lebih dekat.

Baca Juga :  Festival Kuliner Tradisional Gratis Tutup Peringatan 100 Tahun Jam Gadang

Vasko menyoroti sosok Mandeh Siti Manggopoh sebagai teladan lintas generasi. Menurutnya, tokoh tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Lebih lanjut, ia menilai peringatan sejarah memiliki fungsi penting untuk memperkuat identitas masyarakat. Sebab, bangsa yang menghargai sejarah akan lebih siap menghadapi masa depan.

Perang Manggopoh Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat perjuangan rakyat Manggopoh. Ia menekankan pentingnya meneladani keberanian masyarakat yang melawan penjajahan demi mempertahankan harga diri bangsa.

Menurut Iqbal, masyarakat saat ini berdiri di wilayah yang pernah menjadi saksi keberanian rakyat Manggopoh. Karena itu, peringatan sejarah harus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi sekarang.

Ia menjelaskan bahwa Perang Manggopoh yang meletus pada 15 Juni 1908 menjadi bentuk nyata perlawanan rakyat Minangkabau terhadap ketidakadilan dan pemaksaan kebijakan kolonial.

Selanjutnya, Iqbal menjelaskan bahwa Perang Manggopoh dan Perang Kamang merupakan satu rangkaian gerakan rakyat Agam dalam menentang kolonialisme Hindia Belanda.

Menurutnya, kedua peristiwa tersebut menyimpan nilai heroisme yang tinggi dan menempati posisi penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar

Mandeh Siti Manggopoh Jadi Teladan Sepanjang Masa

Iqbal kembali menegaskan pentingnya mengenang jasa para pejuang. Ia menyebut para pejuang Perang Manggopoh telah mengorbankan jiwa dan raga demi menjaga kehormatan masyarakat Minangkabau.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa Perang Manggopoh memiliki latar sejarah yang berbeda dibanding sejumlah perlawanan lain. Penolakan terhadap kebijakan belasting atau pajak menjadi pemicu utama munculnya gerakan tersebut.

Bahkan, ketika sejumlah daerah lain menghentikan perlawanan, masyarakat Manggopoh tetap mempertahankan perjuangan bersenjata. Oleh sebab itu, nilai keberanian dan keteguhan dari peristiwa tersebut dinilai tetap relevan hingga sekarang.

“Hari ini kita berdiri di atas tanah yang dahulu menjadi saksi keberanian masyarakat Manggopoh. Semoga peringatan ini semakin memperkuat jati diri kita sebagai generasi pejuang yang berani menegakkan kebenaran dan memerangi kemungkaran,” kata Iqbal.

Upacara Peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh turut dihadiri unsur Forkopimda Plus Kabupaten Agam, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, staf ahli, asisten, kepala OPD, camat se-Kabupaten Agam, TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, wali nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta insan pers.(ar)

Berita Terkait

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng
Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Selimut Abu, PVMBG Minta Warga Jauhi Kawah Verbeek
Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal
Pemko Padang Jaring 15 UMKM Terbaik di UMKM Champion 2026
Kemenhaj Sumbar Pergoki 5 Travel Umrah Ilegal di Bandara BIM
BNPB Peringatkan Bahaya Erupsi Tiga Gunung Api Status Siaga
Pedagang Padang Keluhkan Penukaran Uang Logam Bank Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:03 WIB

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 November 2026 - 15:58 WIB

Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin

Selasa, 3 November 2026 - 14:22 WIB

Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal

Selasa, 3 November 2026 - 13:54 WIB

Pemko Padang Jaring 15 UMKM Terbaik di UMKM Champion 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:44 WIB

Kemenhaj Sumbar Pergoki 5 Travel Umrah Ilegal di Bandara BIM

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB