Pacu Jawi Sumatera Barat: Tradisi Balap Sapi di Sawah Lumpur yang Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Minangkabau

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pacu Jawi Sumatera Barat menghadirkan tradisi balap sapi di sawah berlumpur.( poto : inews.id )

Pacu Jawi Sumatera Barat menghadirkan tradisi balap sapi di sawah berlumpur.( poto : inews.id )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Pacu Jawi Sumatera Barat terus hidup sebagai tradisi khas Minangkabau yang masyarakat jalankan secara turun-temurun.

Tradisi ini muncul dari kehidupan agraris warga dan selalu digelar menjelang musim tanam di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pacu Jawi Sumatera Barat berlangsung di sawah berlumpur yang menjadi lintasan utama. Kondisi ini membuat masyarakat dan wisatawan tertarik datang karena tradisi ini menawarkan atraksi budaya yang unik dan berbeda dari lomba sapi di daerah lain.

Tradisi Menjelang Musim Tanam

Masyarakat menggelar Pacu Jawi sebagai bagian dari persiapan musim tanam. Warga memanfaatkan momen ini untuk mempererat kebersamaan sekaligus menghidupkan tradisi yang sudah lama mereka jaga.

Peternak memilih sapi lokal yang mereka rawat secara khusus untuk mengikuti lomba. Mereka juga menjadikan sapi tersebut sebagai bagian dari aset ekonomi yang bernilai.

Baca Juga :  Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata

Panitia membagi Pacu Jawi ke dalam dua pola perlombaan. Di Kabupaten Tanah Datar, joki berdiri di atas bajak dan mengendalikan dua ekor sapi yang berlari di sawah berlumpur.

Di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, joki justru berlari sambil memegang satu ekor sapi yang bergerak cepat di lumpur. Kedua pola ini menuntut kekuatan fisik, keseimbangan, dan kontrol penuh dari joki.

Tantangan Besar di Tengah Lumpur

Joki harus menguasai sapi sekaligus menjaga keseimbangan di lintasan yang licin. Panitia langsung mendiskualifikasi peserta yang terjatuh sebelum mencapai garis finis.

Risiko cedera selalu muncul dalam perlombaan ini, namun para peserta tetap berpartisipasi karena mereka menganggap Pacu Jawi sebagai simbol keberanian dan identitas budaya.

“Tingkat kesulitannya itu kita sama-sama berlari sama sapi dan rawan cedera,” kata joki Rizki Aldo Putra di lokasi, Selasa (6/6/2026).

Baca Juga :  Nobar Piala Dunia 2026 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Dongkrak UMKM

Pacu Jawi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak. Peternak yang sapi miliknya menang biasanya bisa menjual sapi dengan harga lebih tinggi di pasaran.

Panitia Pacu Jawi, Zulfajri, menjelaskan bahwa masyarakat menggelar tradisi ini untuk menyambut musim tanam sekaligus mendorong semangat peternak.

“Ini sudah tradisi di Payakumbuh. Kami menggelar Pacu Jawi sebelum turun ke sawah untuk menyemangati peternak dan menaikkan harga ternak,” ujar Zulfajri.

Masyarakat Sumatera Barat terus menjaga Pacu Jawi sebagai bagian dari warisan budaya Minangkabau. Mereka juga membuka tradisi ini sebagai atraksi wisata yang menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.

Pacu Jawi Sumatera Barat memperlihatkan bagaimana tradisi lokal tetap relevan dan berkembang. Masyarakat tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkannya sebagai bagian dari identitas dan ekonomi daerah.(ar)

Berita Terkait

Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok
Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata
Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah
Takana Nasi Padang Hadirkan Destinasi Kuliner Premium di Padang
Jadwal Lengkap Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026
Nasi Kapau Uni Cah Bukittinggi Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Sumbar Melonjak Tajam Lewat Bandara Minangkabau
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dongkrak Ekonomi Kota Pariaman
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:16 WIB

Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Takana Nasi Padang Hadirkan Destinasi Kuliner Premium di Padang

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:30 WIB

Jadwal Lengkap Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026

Berita Terbaru

RANS FC resmi mengumumkan bahwa Weliansyah jadi asisten pelatih.(poto: radarsumbar.com).

Sport

Weliansyah Resmi Gabung RANS FC Hadapi Musim 2026/2027

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

Suami pukul istri karena menolak berhubungan dengan lelaki lain berujung ditangkap Tim Klewang.(poto: radarsumbar.com)

Kriminal

Suami di Padang Paksa Istri Berhubungan Intim Pria Lain

Sabtu, 1 Agu 2026 - 17:00 WIB