Kota Padang, seriusnews.id – Program beasiswa penerbangan kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan karier di industri aviasi.
Pemerintah Kota Padang menggandeng Politeknik Kirana untuk menyediakan 40 kuota pendidikan vokasi dengan fasilitas kuliah gratis, biaya hidup, dan peluang kerja di lingkungan Lion Group.
Kerja sama tersebut disepakati oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Direktur Utama Politeknik Kirana, Taufik Hidayat. Penandatanganan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang pada Rabu (17/6/2026). Pertemuan itu juga dihadiri jajaran pemerintah kota dan perwakilan Mitra Aviasi Perkasa Flying School, Cipto Sudiro.
Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan. Pemko Padang juga menyiapkan jalur karier bagi peserta yang lolos seleksi.
Mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani pendidikan vokasi di bidang penerbangan. Setelah lulus, mereka mendapat peluang penempatan kerja di unit usaha Lion Group.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Kirana atas dukungan program tersebut. Menurutnya, kerja sama ini membuka kesempatan lebih luas bagi anak daerah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Melalui program Padang Juara, pemerintah juga membantu biaya hidup mahasiswa selama masa pendidikan berlangsung. Dukungan ini diharapkan membuat mahasiswa lebih fokus belajar.
Politeknik Kirana Tawarkan Tiga Program Studi
Politeknik Kirana menyelenggarakan pendidikan vokasi jenjang Diploma 4. Kampus ini menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri penerbangan.
Terdapat tiga program studi yang tersedia. Program tersebut meliputi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara, Teknologi Rekayasa Avionik, dan Logistik Industri Penerbangan.
Kampus juga menyiapkan fasilitas pendukung untuk mahasiswa. Sarana belajar dan tenaga pengajar telah di siapkan untuk menunjang proses pendidikan.
Taufik Hidayat menjelaskan bahwa kampus menyediakan fasilitas mess bagi mahasiswa. Dengan fasilitas itu, mahasiswa dapat menuju kampus dengan berjalan kaki sehingga waktu belajar menjadi lebih efektif.
Pemko Padang tidak berhenti pada 40 kuota tahun ini. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima pada tahun-tahun berikutnya.
Menurut Fadly Amran, saat ini sudah ada sekitar 80 hingga 100 mahasiswa yang menerima berbagai program beasiswa. Jika program berjalan konsisten, jumlah penerima dapat mencapai 300 orang setiap tahun.
Pemerintah ingin memberi ruang lebih luas bagi pelajar yang memiliki kemampuan dan memenuhi syarat.
Karena itu, pemerintah mengajak siswa dan orang tua aktif memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah daerah. Langkah ini penting agar kesempatan beasiswa tidak terlewat.
Politeknik Kirana berharap program ini terus berlanjut pada masa mendatang. Kampus juga membuka peluang penambahan kuota seiring perkembangan institusi.
Melalui kolaborasi ini, Pemko Padang ingin memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus mencetak tenaga terampil di sektor penerbangan. Program tersebut di harapkan menjadi jalan bagi generasi muda untuk membangun karier profesional sejak setelah lulus.(ar)









