Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menjadikan momentum Tahun Baru Islam di Padang sebagai langkah memperkuat pembinaan karakter dan moral generasi muda di tengah meningkatnya tantangan sosial.
Pemerintah menilai persoalan kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga peredaran narkoba membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga penguatan nilai spiritual.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Maigus Nasir saat membuka kegiatan Tablig Akbar di Masjid Agung Nurul Iman pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu mengangkat tema “Mari Berhijrah Menuju Padang Religius, Berkarakter, Maju dan Sejahtera”.
Dalam sambutannya, Maigus menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan secara seimbang. Pemerintah, menurutnya, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas moral masyarakat.
Ia menilai kemajuan kota akan lebih bermakna apabila masyarakat memiliki karakter yang kuat dan kehidupan sosial yang sehat. Karena itu, Pemko Padang terus mendorong penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan Karakter Jadi Bagian Pembangunan Kota
Di hadapan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, pimpinan OPD, serta ratusan jemaah yang hadir, Maigus mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Menurutnya, tantangan sosial di wilayah perkotaan semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah ingin menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi juga tercermin dari kualitas perilaku masyarakat.
Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang terus menguatkan identitas sebagai daerah yang menjunjung nilai religius dan kebersamaan.
Maigus juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai ruang mempererat ukhuwah islamiah, menjaga persatuan, serta menciptakan rasa aman dan tertib di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Maigus menjelaskan bahwa konsep hijrah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perpindahan sebagaimana sejarah Rasulullah SAW.
Ia mengajak masyarakat menjadikan hijrah sebagai semangat perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Perubahan tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, pola pikir, hingga peningkatan kualitas ibadah.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam seharusnya menjadi ruang refleksi untuk melihat sejauh mana peningkatan keimanan dan ketakwaan yang telah dilakukan.
Ustaz Hafiz Salim Soroti Tiga Langkah Perubahan
Untuk memperkuat pesan keagamaan, Pemko Padang menghadirkan penceramah nasional Ustaz Hafiz Salim.
Dalam tausiahnya, Ustaz Hafiz menekankan tiga langkah penting yang perlu di jalankan umat Islam, yakni hijrah, muhasabah, dan istikamah.
Ia menjelaskan bahwa hijrah berarti meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.
Muhasabah menjadi cara untuk mengevaluasi perjalanan hidup, sementara istikamah merupakan bentuk keteguhan dalam menjaga konsistensi menjalankan nilai kebaikan.
Melalui momentum 1 Muharam 1448 Hijriah, ia mengajak masyarakat menjadikan awal tahun Islam sebagai titik perubahan.
Pesan tersebut ia tutup dengan ajakan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan ketaatan, dan menjaga komitmen menjalankan perintah Allah SWT.
Peringatan Tahun Baru Islam di Kota Padang menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi sosial masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Pemerintah berharap penguatan karakter dan spiritual dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah dan memberi dampak positif bagi generasi muda.(ar)









