Sumatera Barat, seriusnews.id – Nelayan hilang di Pulau Bugei, operasi pencarian oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai.
Tim rescue bergerak cepat setelah menerima laporan hilangnya seorang nelayan yang tidak kembali dari aktivitas melaut di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Korban bernama Arbian (50). Ia berangkat dari Dusun Sua, Desa Saibi, pada Kamis (18/6) sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan sampan.
Arbian menuju Dermaga Muara Siberut untuk menjual hasil tangkapan ikan. Setelah itu, ia tidak kembali ke rumah seperti biasanya.
Keluarga dan warga mulai mencari informasi ketika korban tidak muncul selama beberapa hari. Situasi ini memicu kekhawatiran di lingkungan sekitar.
Warga Temukan Barang Korban di Laut
Warga melakukan pencarian awal di sejumlah titik perairan yang sering dilalui korban.
Dalam pencarian tersebut, warga menemukan sampan dan kotak ikan milik Arbian mengapung di sekitar perairan Pulau Bugei.
Warga segera melaporkan temuan itu kepada pihak berwenang setelah tidak menemukan tanda keberadaan korban di sekitar lokasi.
Petugas menerima laporan resmi pada Minggu (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB dari warga bernama Lemarius.
Tim rescue USS Siberut langsung menyusun rencana operasi dan bergerak menuju lokasi pada pukul 11.50 WIB.
Tim menuju titik Last Known Position (LKP) yang berada di koordinat 1°29’47” LS dan 99°11’16” BT.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 28 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Muara Siberut dengan arah radial 151 derajat.
SAR Kerahkan Tim dan Peralatan Lengkap
Kantor SAR Mentawai menurunkan lima personel untuk memperluas area pencarian.
Tim membawa Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai, sepeda motor KLX, perangkat komunikasi, perlengkapan evakuasi, alat medis, telepon satelit, serta jaringan Starlink untuk mendukung koordinasi di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., menegaskan tim langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat.
Ia menyebut seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di lapangan.
“Setelah menerima laporan terkait hilangnya satu orang nelayan atas nama Arbian di perairan Pulau Bugei, kami langsung menginstruksikan tim rescue USS Siberut untuk bergerak cepat. Tim menuju titik LKP untuk melakukan penyisiran intensif. Seluruh peralatan kami optimalkan agar pencarian berjalan efektif dan korban segera di temukan,” ujarnya.
Hingga saat ini, Arbian masih dalam pencarian.
Tim SAR bersama unsur terkait dan masyarakat terus menyisir perairan Pulau Bugei secara bergantian. Mereka memfokuskan pencarian di jalur yang di duga menjadi rute perjalanan korban.
Koordinasi di lapangan terus berjalan untuk memperluas jangkauan pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban.(ar)









